Orang Kaya Ini Takut Masuk Surga Terakhir, Meskipun Ingin Jadi Miskin

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banyak pria-pria mencari ketenangan melalui kekayaan, meski tidak selalu memberikan kebahagiaan yang direncanakan. Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal kaya, merasa ketakutan karena harta itu mungkin mengusirnya masuk surga terakhir. Ia bukan takut miskin, tapi khawatir kekayaan itu mengkhawatirkan masa depannya di dunia abadi.

Sejenak, Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan prediksi bahwa harta Abdurrahman akan menjauhnya masuk surga. Istilah ini memicu Abdurrahman untuk berusaha menjadi miskin. Ia pernah menyadari bahwa bersejenang secara radikal mungkin menjadi solusi. Di masa Nabi SAW, ia memberikan separuh harta kepada rasulullah. Saat itu, ia berpenurunan dengan menyumbangkan 40.000 dinar dari hasil perdagangan, usaha untuk meninggalkan kekayaan.

Misalnya ketika seorang umat Anshar bernama Saad menawarkan harta besar, Abdurrahman menolak. Ia fokus pada informasi pasar di Madinah yang mahal. Melalui pengamatan, ia membeli tanah dan membangun kavling pasar. Sistemnya menguntungkan para pedagang tanpa biaya sewa, mendorong ekonomi Islam yang adil.

Salah satu prestasiAbdurrahman adalah menyumbangkan 200 uqiyah (sekitar 31 gram) untuk logistik Perang Tabuk. Saat Rasulullah meminta infak, ia tidak ragu untuk membiarkan harta tersumbang. Di Perang Badar, ia memberikan 400 dinar setiap pejuang, plus 40.000 dinar, 500 ekor kuda, dan 1.500 ekor unta.

Istilah “tangan emas” muncul karena keberhasilan bisnisAbdurrahman. Meski berusaha jadi miskin, Allah memberikan rezeki berlipat. Saat membeli kurma busuk dari sahabat, harga jualannya naik sepuluh kali lipat. Penitipan ini tidak membuatnya miskin, tapi meningkatkan reputasi.

Suatu ketidakutsahan datang melalui utusan dari Yaman. Ngeruang mengumpulkan kurma busuk yang dipercaya bisa mengatasi penyakit. Harga kurmaAbdurrahman kenaikan dramatis. Meski begitu, ia tetap gembira karena harta itu tetap dalam tangan.

Abdurrahman wafat di usia 72 tahun, termasuk dalam surga terjamin. Warisannya bukan harta, tapi ajaran Islam dan teladan Rasulullah. Semoga kita bisa meneladani sifatnyaโ€”seimbangkan kekayaan dengan nilai spiritual.

PemikiranAbdurrahman mengajarkan bahwa kesejahteraan spiritual lebih berharga daripada keberuntungan materi. Di dunia yang tergesaian, kita bisa mengadopsi prinsipnya dengan lebih baik membagi harta untuk keajaiban sosial sebelum mempertahankan semua.

Mari teladani teladanAbdurrahman bin Auf, dan seimbangkan kekayaan dengan nilai-nilai spiritual untuk hidup lebih bermakna.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan