Mengungkap Peran Aipda Agung di Balik Taman Edukasi Lalu Lintas di Polsek Pandeglang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Aipda Agung Ginanjar dari Polsek Pandeglang terus memukul dalam menciptakan program yang bermartabat. Salah satunya adalah Taman Edukasi Lalu Lintas yang diajukan sebagai model inovatif di bidang kepolisian. Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan anak-anak untuk belajar tentang tata kelola lalu lintas, tetapi juga mengajarkan prinsip infiltrasi dan sikap friendly terhadap masyarakat. Sebagai contoh, sekolah-sekolah di Pandeglang sering mengajukan permintaan kunjungan ke taman ini, yang kemudian diselenggarakan secara gratis tanpa biaya administrasi.

Zahrotul Janah, kepala sekolah TK yang sering membawa murid-muridnya ke Taman Edukasi Lalu Lintas, mengedukasi bahwa Aipda Agung memiliki abordan yang sangat sesuai dengan kebutuhan anak. “Kita fokus pada pengalaman praktis mereka belajar di luar environment kelas,” ujarnya. Aktivitas seperti menjelaskan fungsi polisi, larangan bullying, atau bahaya narkoba dirancang dengan cara yang mudah dipahami oleh generasi muda. Keberhasilan program ini juga dapat dilihat dari komentar yang positif dari sejumlah sekolah yang tetap berlanjut dalam kerjasama selama dua tahun terakhir.

Program lainnya yang digagas Aipda Agung adalah SKCK Delivery, inisiatif kreatif untuk mempercepat proses penerimaan SKCK bagi warga. Meskipun hanya terbatas di dua kecamatan, sistem ini menggunakan teknologi QRIS untuk pembayaran Rp30.000 sesuai PNBP. Prosesnya memerlukan pengisian data online, verifikasi dokumen, hingga pengantaran fisik oleh Bhabinkamtibmas. Meski tidak ada biaya tambahan seperti ongkir, penggunaan layanan ini masih sedikit dimanfaatkan. Aipda Agung menilai bahwa kesadaran masyarakat tentang program ini belum optimal, terutama karena kebiasaan masyarakat masih lebih memanfaatkan layanan manual di kantor polsek.

Meskipun jumlah pemohon SKCK Delivery masih terbatas, inovasi ini berhasil diiga untuk menjadi salah satu terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian Kompolnas tahun 2024. Keberhasilan ini memang tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Polsek Pandeglang dan masyarakat setempat. Namun, Aipda Agung masih berharap program ini dapat ditingkatkan, terutama dalam pengembangan fasilitas Taman Edukasi Lalu Lintas. “Kita harap dapat menambah koleksi ilmu pengetahuan untuk anak-anak, seperti informasi tentang regulasi lalu lintas atau cara melindungi diri di jalan,” ujarnya.

Program inovatif ini membuktikan bahwa dengan ide yang udah terpikir dan dukungan dari pihak setempat, layanan kepolisian bisa menjadi lebih terpadu dengan kebutuhan masyarakat. Bahkan, inisiatif seperti ini bisa menjadi model untuk daerah lain yang ingin meningkatkan keterbukaan layanan polis. Sebagai penutup, inovasi Aipda Agung Ginanjar bukan hanya tentang teknologi atau fasilitas, tapi juga tentang menciptakan hubungan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat. Dengan pendekatan yang ramah dan edukasi yang mandiri, Polsek Pandeglang membuktikan bahwa kepolisian bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan