Honor, yang dulu terpisah dari Huawei pada 2020, telah menjadi salah satu penyingga smartphone di Tiongkok. Perusahaan ini dikenal fokus pada inovasi teknologi tinggi, seperti seri Magic (bentuan/premium), seri Angka (kamera/desain), dan seri X (harga/menengah) dengan penekanan pada layar, baterai, dan AI. Pada awal 2024, Honor memimpin pasar smartphone di Tiongkok dengan pangsa 17,1%, menghadapi persaingan yang tajam dari Huawei.
Berbeda dengan Huawei, Honor menggunakan Android dalam produknya dengan antarmuka MagicOS yang dikembangkan secara mandiri setelah pemisahan. Perusahaan terus meluncurkan produk inovatif di Tiongkok, termasuk model tahan benteng (X9c 5G) dan smartphone dengan baterai besar yang sering kali推出 di Tiongkok sebelum tersedia di pasar internasional.
Pembuat gadget Aryo Meidianto mengakui bahwa smartphone Honor sangat baik di Tiongkok. Namun, eronya menyebut ada beberapa kesalahan yang disebabkan oleh tim Honor saat masuk ke pasar Indonesia, sehingga produk mereka belum mencapai potensi maksimal. “Sebagai kualitas, produk Honor ini terkenal bagus di Tiongkok. Namun, ada beberapa kesalahan yang membuat mereka kurang dikenal di pasar smartphone Indonesia,” kata Aryo kepada Selular, Kamis (19/2/2026).
Aryo menjelaskan bahwa masalah fatal adalah terkait strategi pemasaran Honor di Indonesia. Timnya kurang massif untuk menawarkan produk langsung ke masyarakat. “Banyak masyarakat belum kenal dan bahkan belum mempraktikkan produk mereka. Harus lebih massif dengan pendekatan porta ke porta agar masyarakat bisa langsung mencoba,” jelas Aryo.
Sementara itu, sejak kembali ke pasar Indonesia dari Januari 2025, Honor masih terkesan seperti yang sedang bergerak atau bermain-main. Aryo mengungkapkan bahwa perusahaan perlu lebih agresif dalam menawarkan produknya untuk mendapatkan perhatian masyarakat.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Penulis Berpengalaman 5 tahun.