Prabowo Mendatangi Washington DC, Mendengkati Rapat Pertamaan Board of Peace

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto mendarat di Washington DC, Amerika Serikat, untuk menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP). Kehadirannya ia melaksanakan tiga agenda utama, antara lain pertemuan dengan pebisnis AS, diskusi tingkat tinggi BoP Gaza, dan pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump.

Pesawat Garuda Indonesia PK-GIF turun di Pangkalan Militer Andrews, Maryland, pada jam 12.00 waktu lokal. Sejumlah pejabat Indonesia dan AS menyambutnya di sekitar tangga pesawat, termasuk Duta Besar RI Dwisuryo Indroyono Soesilo, Marsekal Pertahanan KBRI Washington DC, dan Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat AS.

Di AS, Presiden Prabowo fokus pada kerja sama strategis, penegakan perdamaian di Gaza, dan penawaran perdagangan timbal balik. Prabowo juga menghadiri pertemuan dengan Presiden Trump untuk menyegarkan negosiasi yang berlangsung sejak 2025.

Perjalanan Prabowo dari Jakarta membutuhkan dukungan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Setelah tiba, ia langsung mengacokan dengan staf White House dan melanjutkan ke hotel pusat kota.

BoP ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk kooperasi global. Sebelumnya, Indonesia bergabung setelah Prabowo tanda tangan piagam di Davos, Swiss. Secara global, 25 negara termasuk AS, Hungary, dan UAE sudah bergabung.

Presiden Trump Jr mengkoordinasikan KTT BoP yang rencananya akan digelar 19 Februari 2026. Hadir juga Presiden Hungaria Viktor Orban, yang memperkuat visi perdamaian internasional.

Prabowo memadukan diplomasi dengan inisiatif praktis, seperti pertemuan langsung dengan pebisnis AS. Hal ini diharapkan mendorong investasi dan kerja sama teknologi.

Pendapat dari pelaksanaan ini akan sangat mempengaruhi arah keamanan dan ekonomi Indonesia. Kita harap kerja sama BoP bisa menjadi platform baru untuk solusi global.

Prabowoโ€™s kehadiran di AS menunjukkan keinginan Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam pembentukan kebijakan global. Ini bisa menjadi awal dari kerja sama yang lebih dalam, terutama dalam bidang perdamaian dan ekonomi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan