Pesan Penting: Stabilisasi Pasar Modal RI untuk Mencegah Ambruk Lagi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – MSCI (Morgan Stanley Capital International) telah memadukan perhatian terhadap kejelasan pasar modal Indonesia. Penegasan ini menimbulkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tranzaksi 28-29 Januari 2026, yang menjadi puncak emosi di pasar. Beberapa pejabat utama di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan juga terpaksa mundur dari jabatan.

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini sebagai analis ekonomi, mempertahankan kekhawatiran terhadap kondisi pasar. Ia menganggap tudingan MSCI sebagai tanda pergerakan melancan di pasar modal. “Peran pasar modal Indonesia saat ini terlihat lemah,” kata Didik dalam keterangan tertulis Rabu (18/2/2026).

Didik menjelaskan, banyak perusahaan lokal mengalami tekanan modal karena sistem pasar saham. Perbaikan tata kelola menjadi prioritas karena pasar modal berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

“Kasus ini menunjukkan masalah terpusat di tata kelola pasar,” ujar Didik. Ia menekankan kebutuhan dalam mengembangkan pasar sebagai alat pelindung stabilitas ekonomi. Hubungan pasar modal dengan keuangan global juga dianalisis, Didik membandingkannya dengan bendungan yang mudah melemah dan mengacuh perusahaan.

Dari sudutnya, pasar modal adalah jembatan utama antara keuangan lokal dan internasional. Didik mengklaim ini sebagai kekuatan yang sangat sensitif, terutama dalam pengaruh terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Data terbaru menunjukkan kebutuhan peningkatan partisipasi investor domestik. Peran asuransi, dana pensiun, serta penguatan pasar dalam negeri menjadi solusi potensial.

Analisis menegaskan pasar modal bukan cuma alat investasi, tapi juga penanda kesehatan ekonomi. Krisis terkini menunjukkan perbaikan yang mendesak bagi regulator dan praktikannya.

Tingkat rasa percaya diri investor perlu diperkuat melalui pendidikan finansial. Semakin banyak yang memahami risiko pasaran, semakin stabil pasar akan menjadi.

Kesalahan besar adalah memandang pasar modal hanya sebagai alat spekulasi. Realitanya, pasar ini menjadi fondasi bagi stabilitas ekonomi dan pembiayaan bisnis panjang menit.

Indonesia harus terus meningkatkan transparansi transaksi. Ini bukan hanya kebutuhan regulasi, tapi juga cara untuk menarik investor global.

Kesuksesan pasar modal tergantung pada kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan investor. Satu arah yang bisa diwujudkan adalah penguatan regulasi yang konsisten.

Penanggulangan krisis ini membutuhkan strategi jangka panjang. Keseimbangan antara regulasi tegas dan fleksibilitas pasar adalah kunci.

Investor harus mulai terlibat aktif di pasar modal. Partisipasi mereka tidak cuma untuk keuntungan, tapi juga untuk mendukung kesejahteraan nasional.

Dampak MSCI ini menjadi peluang untuk mengidentifikasi kekurangan sistem. Perbaikan harus fokus pada keandalan dan aksesibilitas pasar.

Keselamatan pasar modal Indonesia menjadi prioritas bersama. Semua pihak harus berkomitmen untuk mewujudkan pasaran yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan