Komisi VIII DPR Mengajukan Perbedaan 1 Ramadan: Mari Saling Menghargai

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Marwan Dasopang, ketua komisi VIII DPR RI, menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan 1 Ramadan 1447 H perlu diatasi dengan persikapan. Seiring hal ini, dia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh merendahkan kehangatan bangsa. Seperti disampaikan oleh ketua umum Majelis Ulama, penyetapan ibadah Ramadan bisa beragam karena pandangan yang berbeda. Namun, hal ini bukan alasan untuk mengembangkan kebingungan.

Marwan menjelaskan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar telah berupaya merencanakan penentuan yang satu. Seperti dihadiri sidang isbat ini, ketuanya mendukung upaya menteri untuk membangun konsensus. Karena kalender global yang dipusat di Turki belum menjamin keluarnya hilal esok hari, ketuanya berharap semua pihak dapat berkompromi.

Dalam diskusi, Marwan menyoroti bahwa perbedaan penentuan Ramadan masih terjadi. Namun, ia percaya bahwa upaya Menteri Agama untuk mempertemukan pandangan akan berhasil. Dengan demikian, ketuanya mengajak umat muslim untuk fokus pada ibadah dan tidak mempertimbangkan perbedaan dalam penentuan.

Dia mengingatkan umat Islam untuk tidak terpaku pada perbedaan yang tidak perlu. Marwan berharap masyarakat bisa saling menghargai dan fokus pada pemberian amal di masa Ramadan. Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga harmoni bangsa.

Marwan mengusulkan pemberian amalan yang maksimal selama Ramadan. Ia berharap semua Muslim dapat memanfaatkan masa ini untuk beribadah dengan penuh tegas. Dengan demikian, masyarakat bisa memperkuat kepercayaan dan keutuhan.

Dalam panggilan terakhir, Marwan mengajak semua umat Islam untuk tetap berkuasa dalam menegaskan kepercayaan. Dengan menjadi pijakan yang bijak, masyarakat dapat melanjutkan pesona yang lebih baik. Mari kita jaga kebersamaan dan fokus pada hal-hal yang benar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan