IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Panjang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – IHSG menutup perdagangan Jumat (13/2) dengan penurunan. Namun, dari perspektif sepekan terakhir, indeks saham kembali naik setelah turun ke di sekitar 7.900 pada akhir Januari. Saat ini, IHSG berada di level 8.212,27 setelah penutupan perdagangan Jumat.

Analyst dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merumuskan IHSG berkesempatan meningkat pada Rabu (18/2) mendatang. Dukungan di level 8.132 dan resistensi di 8.265 menjadi titik kunci. Pertumbuhan ini terkait dengan pengumuman suku bunga BI yang akan disampaikan Kamis (19/2) serta gerakan harga komoditas.

“Komoditas masih menjadi faktor mendorong IHSG,” kata Wicaksana. Investor menunggu pengumuman BI dan evaluasi dampak inflasi. Selain itu, reformasi pasar modal juga memberikan sentimen positif.

Analisis dari Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, menekankan potensi jangka panjang IHSG. Apalagi di periode Ramadan dan Idul Fitri, pasar sering menunjukkan keterangan optimis. Reformasi pasar modal juga menjadi penegak.

“Dalam lima tahun terakhir, IHSG masih menunjukkan tren positif,” ujar Nafan. Faktor pelemahan di Februari bisa menjadi peluang buat peminjam saham dengan fundamen kuat. Data RTI menunjukkan IHSG turun 0,64% ke 8.212,27. Secara kumulatif, IHSG naik 3,49% sepekan terakhir.

Transaksi jual bersih investor asing mencapai Rp 2,03 triliun pada Jumat. Dalam 2026, total jual bersih sudah mencapai Rp 14,46 triliun.

Gerakan IHSG terkait dengan dua faktor utama: undangan BI dan volatilitas komoditas. Investor perlu memperhatikan level support dan resistance. Reformasi pasar modal juga memberi kesempatan untuk eksplorasi saham dengan nilai dasar kuat. Secara praktis, IHSG mungkin terus bergerak menguat setelah pengumuman BI. Jika komoditas tetap stabil, peluang naik lebih besar.

Investor dihadapkan pada dugaan pengaruh BI dan kondisi pasar. Namun, dengan analisis fundamental dan pengawasan tren, bisa mengelola risiko. Masa Ramadan juga bisa menjadi penunjang karena aktivitas pasar meningkat. Fokus pada reformasi dan komoditas mungkin membuka jendela lucrat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan