BPS Melakukan Cek Ulang untuk 5,9 Juta Keluarga Penerima Bantun Iuran BPJS Kesehatan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan pengecekan ulang terhadap keluarga penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Langkah ini menjadi bagian dari pemutahiran data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) yang bertujuan memastikan kelancaran dan keakuratan data penerima bantuan.

Sebelumnya, BPS telah aktifasi kembali 106.153 penderita katastropis yang sebelumnya tidak aktif. Proses ini dilakukan secara otomatis oleh BPJS Kesehatan, sehingga mereka tetap dapat memadukan ke layanan medis. Namun, untuk keluarga yang tetap dalam status non-aktif—sekitar 5,9 juta dari total 11 juta orang penerima—BPS akan melakukan verifikasi di lapangan.

Amalia Adininggar, Kepala BPS, menjelaskan proses ini tidak mengacu pada pendapatan keluarga. Pengkategorian desil (kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan) diatur berdasarkan 40 variabel, seperti kepemilikan aset, kondisi rumah, serta konsumsi listrik. Misalnya, ukuran rumah per kapita, kualitas dinding atau atap, serta pengeluaran listrik menjadi indikator utama.

Proses ground check akan dilakukan secara bertahap. Amalia mengundang masyarakat memberikan informasi yang tepat saat petugas BPS mendatangi rumah mereka. “Kami meminta maaf jika ada kesalahan, karena data yang akurat sangat penting untuk memastikan bantuan mengalir ke orang yang benar-benar memerlukannya,” kata Amalia.

Data ini akan digunakan untuk memperbaikinya, sehingga tidak hanya berbasis pendapatan, tetapi juga faktor kesejahteraan secara holistik. Penyesuaian ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan atau pengeludahan dana.

Langkah ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap harmonis dalam mengelola bantuan, tetapi juga berkomitmen mematikan data yang tidak akurat. Dengan verifikasi di lapangan, BPS berusaha memberikan keadilan bagi setiap keluarga, terutama yang membutuhkan bantuan sebenarnya.

Pemuda dan masyarakat umat yang mungkin terpengaruh oleh data terukur mengundang untuk memastikan informasi yang diberikan tepat. Karena kesempatan ini bisa menjadi langkah awal untuk memastikan hak sederhana dalam mendapatkan bantuan sejahtera.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan