Aturan Masa Buka Puasa dalam KRL

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – PT KAI Commuter Indonesia (KCI) memperbolehkan penumpang yang ingin membuka puasa selama perjalanan dengan membawa makanan dan minuman ringan. Penumpang dapat menunda waktu puasa hingga tiba di stasiun. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, mengajak pengguna untuk tidak membawa makanan berat saat membuka puasa di dalam kereta.

“Perlu diwaspadai untuk membuka puasa dengan makanan dan minuman ringan saja, serta menghindari those yang berbau kuat untuk memastikan kenyamanan bersama,” kata Karina dalam keterangannya Rabu (18/1/2026). Penumpang juga diminta untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah, terutama sampah kemasan makanan atau minuman. Di stasiun tujuan, mereka harus memindahkan sampah ke tempat yang tersedia.

KAI Commuter menyediakan fasilitas stasiun air minum gratis untuk semua penumpang dengan menggunakan tumbler pribadi. Selama Ramadan ini, layanan Commuter Line di Jabodetabek dan Yogyakarta tetap beroperasi normal. Di Jabodetabek, KCI menjalankan 1.065 perjalanan sehari mulai pukul 04.00 hingga 24.00 WIB. Di Basoetta, 70 perjalanan sehari, dan Merak 14 perjalanan.

Di Yogyakarta-Palur, layanan Commuter Line melakukan 27 perjalanan, sedangkan Prameks 10 perjalanan setiap hari. Karina mengingatkan seluruh pengguna untuk menjaga ketepatan aturan dan menghormati sesama. “KAI Commuter memuji semua yang menjalankan puasa Ramadan dengan baik,” katanya.

Aturan baru ini dapat mempermudah penumpang yang ingin mengisi puasa tanpa mengganggu. Membuka puasa dengan makanan ringan tidak hanya sesuai kebiasaan Ramadan, tetapi juga menawarkan fleksibilitas bagi pengguna. Fokus pada kebersihan dan fasilitas air minum gratis menunjukkan pada komitmen KAI Commuter untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.

Penempatan ini bisa menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memenuhi syarat puasa tanpa menghabiskan waktu lama. Dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan ramah masyarakat, KAI Commuter mungkin menjadi contoh untuk pelayanan transportasi lain di masa mendatang.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan