Andre Rosiade Menerbitkan 5.000 Sembako ke Warga Sawahlunto Sebelum Ramadan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, menyebarkan 5.000 paket sembako kepada masyarakat Sawahlunto sebelum Hari Ramadan. Aktivitas ini dilakukan secara simbolis di Terminal Pasar Sawahlunto dengan partisipasi Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, Sekda, serta OPD. Meski Rosiade tidak bisa hadir langsung karena mengikuti agenda di Garabak Data, Bantuan ini menjadi simbol kepemimpinan dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Riyanda Putra menegaskan bahwa pengelolaan bantuan ini bertujuan untuk mendukung masyarakat Sawahlunto dalam menghadapi bulan suci. Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi Rosiade, yang telah mempraktikkan pendampingan dalam proyek seperti pengembangan BTS, peningkatan akses komunikasi, dan pembangunan gedung pusat kebudayaan. “Bantuan ini sangat relevan, terutama dengan keterbatasan anggaran daerah,” kata Riyanda.

Warga Sawahlunto menantang dengan penuh harapan. Sebagian besar keluarga memanfaatkan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok sebelum iman Ramadan. Lurah Pasar Sawahlunto Fauzan juga mengakui manfaatnya, memastikan pengelolaan bantuan dilakukan secara berterusan untuk memberikan dampak nyata.

Rosiade sendiri menjelaskan bahwa penyaluran sembako ini tidak hanya sebagai peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra, tetapi juga untuk mempererat hubungan keberadanan. “Semoga bantuan ini bisa menenangkan beban keluarga dan menjadi puasa bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebuah video tentang aktivitas ini juga ditulis untuk menampilkan kerjasama Rosiade dalam mengawasi kegiatan tambang ilegal di Sumbar. Konten ini menjadi tambahan informasi tentang dampak sosial dari pembangunan yang bertanggung jawab.

Bantuan sembako ini menjadi contoh bagaimana kebijakan politik bisa berdampak langsung pada kehidupan warga. Dengan fokus pada kebutuhan mendesak, aktivitas Rosiade menunjukkan bahwa kepemimpinan bisa diukur bukan hanya melalui proyek besar, tetapi juga melalui perhatian mendalam terhadap masyarakat terpencil.

Waktu Ramadan bukan hanya untuk penundaan spiritual, tetapi juga untuk membangun solidaritas. Aktivitas ini mengingatkan kita bahwa bantuan kecil bisa memberikan nilai besar. Semoga contoh ini menjadi motivasi bagi banyak tokoh untuk terus mengembangkan kebijakan yang inklusif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan