85 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa berperingatan terhadap tindakan Israel yang memperluas penguasaan di Tepi Barat. Pemberitaan ini mengungkapkan ketidaksetujuan keras terhadap langkah-ketahuan yang memungkinkan Israel memperkaya kehadirannya di wilayah tersebut. Berdasarkan hukum internasional, pernyataan ini menekankan perlunya penundaan langsung terhadap semua strategi yang melanggar kesepakatan dan stabilitas di Tepi Barat.
Pemuda Israel yang mengelola Tepi Barat telah memperkuat kontrolnya melalui langkah seperti mendaftarkan tanah sebagai “milik negara”. Proses ini dilakukan meski banyak negara dan organisasi internasional menyambut dengan kekhawatiran. Mereka mempertimbangkan tindakan ini sebagai melanggar prinsip yang telah ditetapkan sejak kesepakatan Oslo tahun 1990-an. Di area tersebut, lebih dari 500.000 warga Israel tetap tinggal di permukiman dan pos yang secara hukum tidak valid. Saat ini, sekitar tiga juta warga Palestina tetap dipenting di wilayah yang Israel menguasai sejak 1967.
Penegasan dari 85 negara ini mencakup negara-kuning seperti Arabia Saudia, China, dan Rusia, serta organisasi seperti Uni Eropa dan Liga Arab. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB telah meminta Israel untuk membatalkan kebijakan ini karena dampaknya pada stabilitas regional. Israel sendiri mengaku tidak termasuk Yerusalem Timur dalam analisis ini, meski wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari permukiman Israel.
Langkah Israel tersebut dipertanyakan karena berpotensi mengubah karakter demografis Tepi Barat. Hal ini mengakibatkan ketidaksesuaian dengan Rencana Komprehensif yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik melalui perdamaian. Kritik dari 85 negara ini mencerminkan konsensus global yang kuat untuk mencegah aneksasi dan melindungi hak warga asli.
Kebijakan Israel di Tepi Barat mengancam keberlanjutan perdamaian. Langkah-langkah ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga memperburuk ketegangan di area yang telah menjadi titik fokus konflik selama dekade. Perlunya dialog yang konstruktif dan penegakan hukum internasional menjadi kuncinya untuk menyelesaikan isu ini tanpa kekerasan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.