Rupiah Diramal Kurang Darah Setelah Libur Panjang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Rupiah terus bergerak dalam tren penurunan setelah nilai tukarnya turun dari Rp 16.798 menjadi Rp 16.837 per dolar AS. Beberapa faktor mendorong pergerakan ini, seperti penurunan likuiditas di awal Februari, membuat prediksi nilai tukur di Rabu menjadi sulit. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa minim likuiditas dan penutupan pasar selama liburan memengaruhi sentimen pasar domestik.

Meskipun belum ada dampak langsung dari perundangan nuklir AS-Iran di Jenewa, investor tetap memantau hasil pertemuan tersebut. Lebih dari itu, sentimen globale, terutama terkait tarif impor dari AS, juga memengaruhi nilai rupiah. Peneliti Ibrahim Assuaibi mengungkap, kesepakatan tariff impor sebesar 19% antara AS dan Indonesia sebenarnya sudah sesuai, tetapi defisit anggaran terkait impor minyak mentah masih menjadi kekhawatiran.

Indonesia masihREFUSE meminang minyak dari pasar gelap meski harganya lebih terjangkau 30%. Hal ini membuat defisit anggaran kembali meluas. IBRAHIM Assuaibi menjelaskan, pemerintah Indonesia tidak berani memanfaatkan impor minyak dari negara OPEC atau Rusia karena takut terhadap penurunan harga. Namun, BI telah berintervensi di pasar NDF untuk memastikan rupiah tidak jatuh terlalu jauh.

Pergerakan ini meski terbatas, tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar global. Investor dan para pendala mata uang perlu lebih memperhatikan kebijakan ekonomi internasional, terutama terkait pertemuan AS-Iran dan regulasi tarif impor. Keberadaan defisit anggaran yang besar juga menjadi kesempatan untuk pemerintah mengeksplorasi strategi baru dalam mengelola impor energi.

Setiap fluktuasi mata uang bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang bagaimana negara beradaptasi terhadap perubahan ekonomi global. Rupiah mungkin melemah sementara, tetapi dengan pengelolaan pascang yang cerdas, bisa menjadi alat bagi Indonesia untuk memperkuat stabilitas ekonomi jangka panjang.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan