Kelompok Yahudi Ultra-Ortodoks Mencoba Provokasi Protes Wajib Militer di Tentara Wanita Israel

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Balean Peristiwa Konflik Militer di Bnei Brak
Di kota Bnei Brak, Israel, dua tentara perempuan dari militer IDF mengalami krisis setelah dijerit oleh sejumlah laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks. Peristiwa ini terjadi ketika tentara perempuan tersebut berjalan melintasi jalan yang penuh sampah, menyambung dengan aturan militer wajib yang kini kembali diimplementasi setelah puluhan tahun bebas.

Video viral di media sosial menunjukkan tentara IDF berlari melindungi diri, sementara polisi membentuk barikade untuk mencegah penipuan. Hasilnya, lebih dari 20 orang ditangkap. Kejadian ini dialami di tengah perdebatan politik tentang perubahan aturan militer yang memaksa warga ultra-Ortodoks yang dulu didahului dari kewajiban tersebut.

Pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak dapat diterima. Ia menekankan bahwa minoritas ekstrem tidak mewakili seluruh komunitas Haredi. Pemimpin agama juga mengkritik tindakan kelompok ultra-Ortodoks yang memicu kerusakan, termasuk melukai kendaraan polisi dan membakar sepeda.

Data menunjukkan bahwa populasi ultra-Ortodoks di Israel mencapai 14% dari total warga, dan jumlah mereka terus meningkat. Mulai dari 2025, ratusan ribu individu ikut dalam protes anti-wajib militer, menjadi respon terhadap kebijakan pemerintah yang menghapuskan bebas militer untuk mereka.

Pemerintah Israel terus mempromosikan undang-undang baru yang akan membiayai wajib militer bagi laki-laki ultra-Ortodoks yang tidak sedang menyusul pendidikan agama penuh. Penegakan ini diatur sementara oleh pengadilan karena ketentuan sebelumnya dianggap tidak konstitusional.

Konflik ini mencerminkan ketegangan sosial dan politik di Israel, terutama setelah Perang Gaza 2023. Sebagai solusi jangka panjang, dialog antara pemerintah dan komunitas ultra-Ortodoks diperlukan untuk menyeimbangkan kebebasan agama dengan tanggung jawab militer.

Peristiwa ini mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang besar bisa memicu ketidakpastian. Semoga penanganan berkelanjutan dan penegakan hukum yang adil dapat mematikan kekacauan dan menciptakan keadilan bagi semua pihak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan