Demam Emas di Negara Ini, Warga Berbantulan Gali Tanah Pakai Kapak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Johannesburg, sebuah kota di Afrika Selatan, sedang mengalami situasi aneh. Banyak masyarakat terpaku bergulir menuju kawasan Springs, sekitar 50 km dari pusat kota. Mereka menggunakan alat sederhana seperti karung bekas tepung jagung untuk mencari hasil yang tak terduga. Penjaga keamanan Princess Thoko Mlangeni (33) mengungkapkan aktivitas ini mulai berlangsung sejak 8 Februari 2026.

“Orang-orang memetakan diri seperti virus”, kata penahang tersebut kepada media, sekira laporan France24. Warga beristirahat dengan reklamasi tanah berdasarkan video viral di media sosial. Video itu memperlihatkan tanah dengan warna unik, diduga mengandung bijih logam.

Pembaruan itu cepat menyebar. Beberapa hari kemudian, kawasan Springs penuh dengan warga yang berharap dapatkan keuntungan. Salah seorang warga, Siyabonga Sidontsa, berusaha segera memasuki lokasi tersebut. Ia memanfaatkan gerobak senggigi untuk membawa tanah, yang ia sekuasikan dalam karung-karung.

“Hari Selasa aku baru jalan-jalan. Perjalanan sekitar 30 menit, dan aku membawa karung-karung dengan gerobak dorong”, ujar pria berusia 47 tahun. Setiap hari, ia membawa 10 karung tanah. Hasilnya mencapai 450 rand (sekitar US$30), lebih besar daripada penghasilan bulanan saat menjadi tukang kebun lima tahun sebelumnya.

“Uang itu cukup membeli makanan”, katanya. Informasi ini mengingatkan akan kekayaan mineral yang pernah ditemukan di Afrika Selatan, seperti gempa kristal di KwaZulu-Natal tahun 2021. Namun, penelitian menunjukkan bahwa findings tersebut bukan bijih logam tapi kuarsa.

Pemeran yang viral ini menunjukkan bagaimana media sosial bisa memicu aksi kollektif. Namun, situasi ini juga mengingatkan kebutuhan untuk verifikasi sebelum berani mengambil langkah ekstrem. Kemungkinan ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang risiko dan kreativitas dalam mengemudi harapan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan