Cerita Wanita Menyukai Hidup di Pulau Terpencil Karena Mengalami Burnout dan Merasa Capek Kerja

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang wanita umur 46 tahun memutuskan untuk menembus hidup di pulau tak terpapar. Keputusan ini diambil karena lelah berkeluarga yang semakin berat. Ia bernama Yue Li, yang sebelumnya menjalankan peran manajer senior di perusahaan properti berprestasi. Kini, pekerjaan tersebut terasa seperti penyangkatan yang merusak kesehatan fisik dan psikologisnya.

Dengan kondisi mental berantakan, Yue Li mengambil langkah drastis untuk mengubah rutinitasnya. Ia memilih berkepala di Pulau Dongzhai, lokasi tak terpapar di Laut China Timur. Pangkalannya, ia menghabiskan 300 hari dalam seminggu untuk aktivitas bisnis, termasuk melintas four jam per hari antara kantor dan rumah di Beijing.

Kesehatan fisik dan mental Yue Li mulai terjerat. Ia merasa kesejahteraan sehari-hari semakin tergesa-gesa. Di pulau, tanggung jawabnya berubah menjadi inspektur kualitas di pangkalan ikan. Tugas melengkapi suhu air, memantau gelombang, serta memeriksa material pakan. Gaji bulanannya turun drastis, hanya mencapai 3.000 yuan atau sekitar 7,8 juta rupiah.

Penyusunan diri baru yang ia lakukan bukanlah hal mudah. Cuaca ekstrem dan hewan asing seperti tikus sering memicu masalah. Saat hujan deras, air tuas merusak dapurnya. Saat angin ะดะพัั‚ะธะณะฐ level 9, ia bahkan tak bisa menyala api untuk masak.

Meskipun begitu, Yue Li tidak merasa mengkhawatir. Ia berkomitmen dengan gaya hidup sederhana yang memberikan waktu luang. Ia bisa membaca buku atau menikmati matahari mageran tanpa gangguan. Kebutuhan makanan juga dihitung dari alam sendiriโ€”ia menangkap belut atau kepiting dengan perangkat sederhana.

“Di sini, pasokan kepiting sangat melimpah. Saya telah menemukan kebebasan dan ketertarikan batin di lingkungan yang sederhana namun mengerjakan,” ujarnya.

Keberagaman antara kehidupan dulu dan sekarang yang ia alami sangat menyentuh. Sebelum beralih, ia terbiasa dengan ritme kerja yang kencang. Sekarang, ia mendapatkan kebebasan untuk meretas, meski dengan tantangan fisik dan lingkungan yang lebih keras.

Yue Li menunjukkan bahwa perubahan drastis bisa menjadi solusi untuk lelah kerja yang merusak. Kisahnya menjadi pengingat bagi siapa pun yang merasa tertekan oleh tuntutan modern. Meski gaji turun dan aktivitas sehari-hari semakin fisik, ia menemukan kecepatan dan ketenangan yang jarang ditemukan di kota besar.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan