BMKG Mengirim Tim ke 37 Lokasi untuk Pantau Hilal di 1 Ramadan Hari Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BMKG mengirim tim ke 37 lokasi di Indonesia untuk memantau hilal pada 17 dan 18 Februari 2026. Tujuannya mendukung penentuan resmi awal puasa Ramadan 1447 H. Data pengamatan akan dianalisis berdasarkan standar MABIMS, yang meminta ketinggian minimal 3° dan elongasi 6,4°.

Pengetahuan tentang posisi hilal pada 17 Februari masih menunjukkan angka negatif, artinya belum memenuhi syarat. BMKG mengaitkan prediksi ini dengan data hisab yang menunjukkan ketinggian hilal pada 18 Februari akan meningkat hingga 7,62° hingga 10,03°. Ini memicu harapannya bahwa hasil sidang isbat akan disahkan pas 18 Februari.

Sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan 2026 akan digelar di Jakarta Pusat. acara dimulai dengan seminar pukul 16.30 WIB, diikuti dengan sesi isbat pukul 18.30 WIB. Hasil akhirnya akan diketahui melalui perseluruhan pukul 19.05 WIB.

Pengamatan hilal dilakukan secara luas, mulai dari Aceh hingga Papua. Tim lokal serta relawan BMKG akan mendampingkan proses ini. Keputusan resmi akan ditunggu setelah sidang isbat selesai.

Proses penentuan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi agama di seluruh Indonesia. Semua pihak berwenang harus menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama. Proses ini bukan hanya teknis, tetapi juga berbasis konsensus spiritual.

Akhirnya, pengetahuan yang akurat tentang awal Ramadan memang bukanlah cerminan teknologi saja. Ia mencerminkan kerja sama pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat. Mampu menunggu hasil sidang isbat itu menunjukkan ketekunan dalam menjaga kebijakan ini. Semua pihak harap sidang isbat berjalan lancar agar informasi tervalidasi cepat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan