Protest dan ketidaksetujuan besar terjadi setelah pemerintah Israel menyatakan sebagian wilayah di Tepi Barat sebagai ‘territori milik negara’. Langkah ini dianggap berpotensi memicu ketegangan baru dan memperburuk konflik di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan media lokal Israel, proposal kontroversial ini diajukan oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Kehakiman Yariv Levin, serta Menteri Pertahanan Israel Katz. Otoritas Palestina merespons keras, memaksa bahwa tindakan Israel setara dengan “aneksasi de-facto” dan melanggar hukum internasional. Mereka juga meminta intervensi internasional untuk menghentikan proses aneksasi dan memaksa Israel mematuhi hukum yang berlaku.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudia mengutuk langkah Israel sebagai upaya memperkuat kendali atas Tepi Barat. Mereka menyatakan bahwa tindakan Tel Aviv merusak upaya perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Kementerian Mesir juga mengecam langkah ini sebagai eskalasi berbahaya, merusak solusi dua negara. Qatar dan Yordania mengutuk keputusan Israel dengan keras, memaksa bahwa ini melanggar hak rakyat Palestina. Turki juga mengkritik kebijakan ekspansionis Israel, memaksa bahwa ini melanggar hukum internasional.
Para Menlu negara Arab dan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, mengutuk aksi Israel secara kolektif. Mereka menyatakan bahwa tindakan Israel mempercepat upaya aneksasi ilegal dan mengusir rakyat Palestina. Para menteri tersebut meminta Israel untuk berhenti dengan kebijakan ekspansionis dan mematuhi hukum internasional. Mereka juga memperingatkan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki.
Tindakan Israel ini menjadi penanda bahwa negara tersebut terus mengklaim wilayah di Tepi Barat dengan argumen hukum dan administratif. Namun, beberapa negara dan organisasi internasional tetap menilai langkah ini tidak合法. Otoritas Palestina menegaskan bahwa status hukum dan sejarah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, tetap tidak berubah.
Protes ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat global untuk memperhatikan hak-hak rakyat dan keadilan internasional. Pemerintah dan komunitas harus berpartisipasi dalam mendukung solusi yang menghormati keduanya. Langkah-langkah Israel ini tidak hanya mengancam stabilitas di Tepi Barat, tetapi juga mengancam kepercayaan terhadap hak-hak rakyat Palestina. Semua pihak perlu bekerja sama untuk mencegah eskalasi dan memastikan bahwa hak-hak rakyat tidak dilakukan pergerakan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.