Serangan Israel Menyakiti 12 Korban di Gaza dalam 24 Jam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

12 orang di Gaza terlihat di saku hidup dalam 24 jam setelah serangan Israel berlanjut. Data terbaru menunjukkan serangan udara Israel memicu kematian di beberapa wilayah, termasuk Jabalia dan Khan Yunis.

Langkah serangan Israel berupa serangan yang memasuki fase kedua setelah gencatan senjata AS mendukung periode sebelumnya. Meski ini, kekerasan di Gaza tidak terhenti. Badan Pertahanan Sipil Gaza mengungkapkan serangan terfokus pada area tertentu, seperti tenda pengungsi di utara dan kota di selatan.

Ada 5 orang tewas dan beberapa korban luka-luka ketika serangan beraxa di Jabalia. Di Khan Yunis, serangan ulang memicu kematian tambahan. Salah satunya adalah serangan yang menargetkanarea diarea ketara. Badan Pertahanan Sipil juga melaporkan kematian satu orang akibat serangan Israel di Kota Gaza, berbeda dengan serangan lain yang terjadi di Beit Lahia.

Testemonium dari masyarakat Palestine mengungkapkan kekhawatiran. Osama Abu Askar, yang kehilangan rumahnya, menduga Israel tidak memahami gencatan senjata atau perdamaian. Ia mengklaim warga Gaza sering dibunuh saat tidur, tanpa kesadaran.

Badan medis seperti Rumah Sakit Al-Shifa dan Nasser mencatat recepion 7 jenazah. Ini mencerminkan dampak serius serangan Israel yang melukai infrastruktur kesehatan.

Pemuda di Gaza menghadapi ketidakpastian. Mereka meminta pemberdayaan yang segera menghentam serangan yang terus berlangsung. Bagaimana cara memutus siklus kekerasan ini? Jawaban mungkin terletak pada dialog yang benar atau kehadiran yang sehat di area tersebut.

Setiap korban menjadi pengingat bahwa manusia tetaplah pusat perhatian. Kehidupan mereka tidak boleh dipaksa menjadi statistik tanpa upacara.

(Isi terakhir: Keterangan yang mendorong pembaca untuk memperhatikan realita ini dengan empati atau meminta aksi yang berarti.)

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan