Polisi Melukis Motif 3 Pencuri Batik Tampung Rp 1,3 M di JCC

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Polisi menjelaskan alasan tiga orang yang mencuri baju dan batik tulis dengan nilai Rp 1,3 miliar dalam pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Motif utama ditentukan sebagai kekurangan ekonomi.

AKBP Dhimas Prasetyo, Kapolsek Tanah Abang, mengungkap bahwa pelaku melakukan tindakan dua kali. Kali pertama juga terjadi di JCC dengan kerugian sebesar Rp 100 juta. “Aksi mereka berulang, termasuk yang terjadi hari ini,” kata seorang penangkap.

Pencurian dilakukan oleh tiga pelaku yang merupakan teman-teman dari satu daerah. Mereka terdiri dari Ledy Dwanty Naema Koen (women), Krisantus Nomleni, dan Gelbeth Juliana Yunus (pria). Seluruh kelompok tersebut terkait karena asal dan hubungan sosial.

Polisi menangkap mereka pada Kamis (12/2) setelah keterlibatan mereka teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Mereka kini terjerat pasal 477 KUHP (pencurian dengan pemberatan). Korban melaporkan aksi tersebut pada Rabu (4/2) dengan kerugian Rp 1,376 miliar.

Sebelumnya, polisi menangkap dua pelaku pada tanggal 12 Februari. Kejadian ini menunjukkan pola pengeripatan berulang, yang dipicu oleh kebutuhan ekonomi. “Faktor ekonomi menjadi penggerak utama,” ujar polisi.

Polisi menyarankan peningkatan keamanan di acara umum untuk mencegah kejadian serupa. Penyalurahanan bakat budaya seperti batik tulis juga perlu dipelihara untuk tidak menjadi target pencurian.

Tindakan pencurian yang berujung pada kerugian ratusan juta menegaskan kebutuhan penegakan hukum yang ketat. Pelaku harus menghadapi konsekuensi penuh atas kriminalitas yang melanggar nilai budaya dan ekonomi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan