Lokasi pembangkit nuklir ditetapkan pada bertahun-bulan tengah, listrik mengalir 2032

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Indonesia berencana merakit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas 500 megawatt, yang direncanakan disambungkan ke jaringan listrik nasional pada tahun 2032. Eniya Listiani Dewi, direktur jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan ini sebagai target tercepat. Pembangunan akan dimulai dari dua wilayah potensial, yakni Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, meski lokasi akhirnya belum ditentukan. Penetapan lokasi diperkirakan akan dilakukan sekitar pertengahan tahun 2026, setelah proses pembahasan yang masih berlangsung.

Selain itu, pemerintah juga sedang mematangkan beberapa konsep investasi untuk proyek ini, seperti mekanisme program G2G atau B2B. Pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (NEPIO) sudah dalam tahap akhir, hanya menunggu tanda tangan Presiden. Setelah disahkan, NEPIO akan mengelola proses pelaksanaan melalui berbagai pokja, termasuk penentuan lokasi, izin, serta keuangan.

Pembangunan PLTN ini dinilai strategis untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Namun, prosesnya memerlukan konsensus yang jelas antara pihak pemerintah, investor, serta pihak terkait. Tahap komisi (commissioning) plant seharusnya mematikan pada 2032, sehingga tetap sesuai target.

Meskipun banyak tantangan, seperti regulasi dan dukungan finansial, potensi PLTN untuk memberikan energi bersih dan stabil tetap tinggi. Indonesia bisa menjadi contoh negara yang menggunakan teknologi nuklir secara efisien. Investasi dalam proyek ini bukan hanya tentang energi, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

Pembangunan PLTN ini membuka peluang bagi industri lokal dan internasional untuk berpartisipasi. Dengan pendekatan yang cerdas, Indonesia bisa mengoptimalkan potensi nuklir untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada keterampilan eksekutif dan kolaborasi yang kuat. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang vision jangka panjang bangsa.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan