Dunia Hari Ini: Pemimpin Oposisi Australia Memproposikan Kebijakan Imigrasi Kontroversial

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dunia Hari Ini menyajikan laporan terkini dari berbagai negara dalam jangka 24 jam terakhir. Edisi Senin, 16 Februari 2026, memutakkan informasi utama dari Australia.

Pemimpin oposisi baru Australia, Angus Taylor, menempatkan kebijakan imigrasi ketat sebagai inti visi politiknya. Menurut penelitian program Four Corners ABC, Taylor meminta “pintu ditutup” untuk warga asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai negara. Meski belum ada lanjutan resmi, partai Liberal Australia sedang mempelajari pendekatan yang mirip kebijakan Partai Buruh Inggris.

Sebuah negara Afrika telah minta dukungan untuk pengembalian warga yang visanya dibatalkan, menjadi referensi bagi Australasia. Kebijakan ini mencerminkan gerakan radikal di politik kiri kanan Australia, yang fokus pada penanganan imigrasi yang lebih terkontrol.

Badai meto di Selandia Baru memicu banjir yang berbahaya. Peringatan hujan lebat dan angin kencang dikeluarkan setelah banjir menyebabkan pencedera listrik, kerusakan jalan, dan evakuasi rumah. Satu pria terlubang saat mobilnya terendam di jalan raya. Peringatan tersebut mencakup risiko nyawa akibat sungai berbahaya, banjir signifikan, dan tanah longsor.

Di Piala Dunia T20, India dan Pakistan menolak untuk berjabat tangan setelah pertandingan yang dianggar India dengan selisih 61 run. Pemain India, Ishan Kishan, mencetak 77 run dari 40 bola. Capten-capek Salman Ali Agha (Pakistan) dan Suryakumar Yadav (India) tidak salam. Peristiwa serupa terjadi di Piala Asia tahun lalu di Uni Emirat Arab.

Gisèle Pelicot, korban kekerasan seksual, ingin mengunjungi mantan suaminya di penjara. Ia menulis memoar A Hymn to Life yang dirilis 17 Februari. Mantan suaminya, Dominique Pelicot, dihukum 20 tahun penjara karena membius, memperkosa, dan mendokumentasikan kekerasan terhadapnya. Gisèle meminta pertemuan langsung untuk memahami tuduhan yang diajukan.

“Saya perlu bertemu dengannya untuk mendapatkan jawaban,” kata Gisèle kepada BBC.

Data terkini menunjukkan kebijakan imigrasi ketat di Australia sedang menjadi topik kontroversial. Studi menunjukkan kebijakan seperti ini bisa menurunkan ketimpangan ekonomi antara warga asing dan lokal. Di Selandia Baru, banjir berkepanjangan meningkat karena perubahan iklim. Di dunia politik, pertemuan entrek yang tidak beresiko, seperti antara India dan Pakistan, mengkendali narasi hubungan diplomatik.

Pemuda seperti Gisèle Pelicot menunjukkan kekuatan kesadaran sosial dalam menghadapi kekerasan. Kisahnya menginspirasi komunitas global untuk melawan kekerasan seksual dengan solidaritas.

Akhirnya, perubahan kebijakan dan bencana alam mengingatkan kita bahwa dunia semakin tergantung pada keputusan politik dan ketahanan lingkungan. Mengenali kekuatan dan ketidaktahuan ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan solusi yang adil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan