Dua Tuntas Siswa SMP dari Eks Kampung Gajah Kabur ke Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

JA (16) dan AP (17) tidak menunjukkan perilaku agresif saat ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di Kecamatan Banyuresmi, Garut, pada minggu (15/2/2026). Mereka sejenak pernah ke Tasikmalaya sebelum pulang ke Garut.

JA dan AP adalah penuntut ZAAQ, siswa SMPN 26 Bandung yang jasadnya ditemukan di lahan eks Wisata Kampung Gajah, Cihideung, Parongpong, Bandung Barat, jumat (13/2/2026). Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyatakan bahwa pelaku telah diamankan. Kedua tersangka itu tetap di bawah usia.

ZAAQ tewas dengan otot berluka dan luka pada kepala akibat benda tumpul. Krisis ini terjadi setelah JA dan AP membunuh korban pada senin (9/2). Mereka kemudian kembali ke Garut, meskipun sebelumnya pernah ke Tasikmalaya.

Pengakuan bahwa pembunuhan sudah direncanakan muncul karena JA merasa kesedihan terhadap ZAAQ setelah hubungan pertemanan mereka bermunculan. JA meninggal dari Garut pada pagi senin untuk bertemu YA.

Ketika diamanaskan, YA dan AP mengakui bahwa pelacakan ZAAQ sudah dimulai. Mereka pulang ke Garut dengan jeda waktu, sekaligus menghabiskan waktu di SPBU.

Pembunuhan ini menegakkan bahwa kekerasan di kalangan remaja memerlukan tata cara yang lebih komprehensif. Kita harus memperkuat programmer yang mengajarkan empati dan penanganan emosi. Semoga pengalaman ini menjadi pengalaman belajar untuk mencegah tragedi serupa.

Pemindahan kejahatan di lingkungan muda harus dihadapi dengan ketat. Pendampingan psikologis dan educasi karater perlu menjadi prioritas. Jangan biarkan keinginan berantakan mengembara. Semoga keadilan tetap berdiri untuk melindungi segala kehidupan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan