TASIKMALAYA, Thecuy.com – Ada yang menarik pagi itu di Bale Morosono, Jamanis, Tasikmalaya. Bukan karena kedapatan budaya atau warna seperti spanduk. Yang memikat adalah pesan yang dibongkar dengan penuh ketegangan.
Budi Mahmud Saputra membuka ceritanya dengan kehangatan. Ia tidak membahas teori atau data. Langkah pertama ia tarik perhatian dengan satu kata sederhana tapi bermakna: bakti.
Perempuan, kata Budi Mahmud Saputra, sudah tidak hanya diikat pada ruang rumah tangga. Zaman telah berubah. Tantangan baru muncul. Kader-kader Himi Persis, majoritasnya perempuan, sekarang diharapkan menjadi pembangun, bukan sekadar pengawas.
“Ilmu tanpa pikiran yang baik akan berakhir di kepala,” mengingatkan Budi Mahmud Saputra. “Akan tetapi, jika penguasaan ilmu tidak disertai ketaatan, ia akan tersesat di jalan.”
Organisasi Himi Persis, yang awalnya dikenal sebagai forum mahasiswi, sekarang menjadi dapur pembentukan karakter. Tempat untuk menguatkan ilmu, menghadirkan keberanian, dan melibatkan diri dalam perkembangan masyarakat.
Budi Mahmud Saputra menekankan bahwa aktivitas simbolis seperti ikut diskusi atau forum intelektual tidak cukup. Mahasiswi harus terus belajar, memimpin proyek, dan memberikan kontribusi konkret—bukan hanya berdiskusi.
Zaman sekarang mendesak. Himi Persis diminta menjadi salinan strategis pembangunan desa. Tidak cukup hanya memberikan kritik. Mereka perlu berpartisipasi langsung, memberi solusi yang relevan, dan menjadi penggerak perubahan nyata.
Pidato Budi Mahmud Saputra seperti cermin. Ia memaksa peserta Musda X bertanya: Mengapa ilmu yang kita temukan ini harus digunakan?
Ilmu dan emosi harus saling mendukung. Ilmu tanpa tujuan akan tidak bermakna. Hingga ilmu menjadi sumber kebaikan. Himi Persis adalah contoh bagaimana organisasi mahasiswi dapat berkembang dari simbol menjadi pelaku perubahan.
Setiap mahasiswi punya peran. Bukan hanya menjadi pelayan pengetahuan, tetapi juga menjadi penguatkan solusi bagi masyarakat. Jika ilmu tidak bergerak, ia akan hanya menjadi data. Jika bergerak, ia bisa mengubah kehidupan.
Pelangganan ilmu harus disertai kebijakan. Pengetahuan tentang isu sosial harus diubah menjadi tindakan. Himi Persis membuktikan bahwa mahasiswi tidak hanya bisa menjadi tokoh, tetapi juga menjadi pemimpin yang praktis.
Bagi kita, ilmu adalah senjata. Tapi senjata yang siap digunakan harus diamanat. Himi Persis mengajarkan bahwa ilmu bukan untuk dikuasai di taman, tapi untuk dipasang di lapangan.
Kita perlu mengingat: setiap ilmu yang dipelajari, setiap keterampilan yang dikembangkan, harus memiliki tujuan. Tujuan yang lebih baik adalah membantu orang lain.
Inilah cerita inspiratif dari Tasikmalaya. Bukan tentang uang atau presterian. Tapi tentang cara ilmu dan hati bisa bersatu untuk mengubah realitas. Himi Persis membuktikan bahwa mahasiswi, terutama perempuan, masih memiliki kekuatan untuk menjadi penghubung antara ilmu dan masyarakat.
Jika kita ingin perubahan, kita harus mulai dari sini. Dengan belajar, dengan berani, dan dengan penuh rasa ingin tahu. Karena ilmu tanpa tujuan adalah seperti kapal tanpa tujuan—mendap di pelan.
Himpunan Mahasiswi Himi Persis bukan sekadar organisasi. Ia adalah simbol bahwa generasi muda masih bisa menjadi pemimpin. Bukan dengan judul atau mempertahankan suara besar. Tapi dengan tindakan kecil yang berdampak besar.
Ilmu yang tidak dipelajari untuk diterapkan adalah ilmu yang tidak berguna. Himi Persis mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai-nilai akademik. Tapi juga tentang cara kita menggunakan ilmu untuk membantu orang lain.
Setiap mahasiswi punya peran unik. Mereka bisa menjadi penyelesaian isu sosial, pembangun masyarakat, atau penasar transformasi. Himi Persis membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, mahasiswi bisa menjadi bagian dari solusi.
Jangan hanya menjadi pelayan pengetahuan. Jadilah pelanggan pengetahuan. Jangan hanya berbicara tentang perubahan. Jadilah mesin perubahan. Himi Persis membuktikan bahwa inilah cara untuk menjadi mahasiswa yang relevan.
Penerangan dari Himi Persis menjadi pengingat. Ilmu berarti nanti. Hati berarti sekarang. Keduanya harus saling mendukung. Harga yang harus kita bayar adalah kesabaran, konsistensi, dan ketegangan untuk bergerak.
Jika kita ingin dunia yang lebih adil, kita harus mulai dari sini. Dengan ilmu yang relevan, dengan hati yang terbuka, dan dengan keberanian untuk bertindak. Himi Persis membuktikan bahwa dengan semangat yang benar, mahasiswi tetap bisa menjadi bintang dalam proyek pembangunan.
Inilah keberanian dari Mahasiswa. Bukan dengan judul besar atau iklan. Tapi dengan tindakan nyata. Himi Persis membuktikan bahwa mahasiswi tidak hanya bisa menjadi tokoh. Tapi juga menjadi pemimpin yang praktis.
Ilmu harus berjalan berdua dengan hati. Hati tanpa ilmu jadi cermin yang tidak memiliki gambar. Ilmu tanpa hati jadi alat yang tidak memiliki tujuan. Himi Persis membuktikan bahwa dua elemen ini bisa bersatu untuk mengubah realitas.
Jika kita ingin menjadi orang yang bermanfaat, kita harus mulai dari sini. Dengan belajar, dengan berani, dan dengan penuh rasa ingin tahu. Karena ilmu tanpa tujuan adalah seperti kapal tanpa tujuan—mendap di pelan.
Himpunan Mahasiswi Himi Persis bukan sekadar organisasi. Ia adalah contoh bagaimana mahasiswi bisa menjadi pelaku perubahan. Bukan dengan judul atau pemenang. Tapi dengan kerja keras dan ketegangan untuk bergerak.
Setiap mahasiswa punya momen untuk membangun. Himi Persis membuktikan bahwa inilah cara untuk menjadi bermartabat. Dengan ilmu yang relevan, dengan hati yang terbuka, dan dengan keberanian untuk bertindak.
Jangan hanya menjadi pelayan pengetahuan. Jadilah pelanggan pengetahuan. Jangan hanya berbicara tentang perubahan. Jadilah mesin perubahan. Himi Persis membuktikan bahwa inilah cara untuk menjadi mahasiswa yang relevan.
Ilmu yang tidak dipelajari untuk diterapkan adalah ilmu yang tidak berguna. Himi Persis membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai-nilai akademik. Tapi juga tentang cara kita menggunakan ilmu untuk membantu orang lain.
Setiap mahasiswa punya peran unik. Mereka bisa menjadi penyelesaian isu sosial, pembangun masyarakat, atau penasar transformasi. Himi Persis membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, mahasiswi bisa menjadi bagian dari solusi.
Jangan hanya menjadi pelayan pengetahuan. Jadilah pelanggan pengetahuan. Jangan hanya berbicara tentang perubahan. Jadilah mesin perubahan. Himi Persis membuktikan bahwa inilah cara untuk menjadi mahasiswa yang relevan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.