All Office Tasks by Microsoft Role Completed Immediately with AI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

AI akan semakin menggantikan tugas-tugas pekerjaan belakang di kantor, seperti yang dijenjang oleh Mustafa Suleyman, pemimpin AI Microsoft. Menurut kuatannya, model AI kini sudah berkadir mencapai kinerja manusia di berbagai bidang profesional, termasuk akuntansi, manajemen proyek, dan pemasaran. Banyak insinyur software mulai memanfaatkan alat AI untuk menulis kode, dengan lebih dari 25% dari pekerjaan mereka dilakukan dengan bantuan teknologi ini. Namun, kualitas hasil AI masih tergantung pada pengawasan manusia, karena beberapa studi menunjukkan bahwa sistem ini sering kesalahan dalam tugas kompleks.

Pemsuitsan Otomatisasi AI memicu ketakutan terhadap pencabutan pekerjaan, terutama di bidang hukum dan teknologi. Rilis Claude Cowork dari Anthropic melambangkan potensi AI menghancurkan pekerjaan yang tradisional, sehingga investor bersengsang. Meskipun Microsoft berterima kasih pada kemampuan AI meningkatkan produktivitas, penelitian tambahan mengungkapkan teknologi ini mungkin tidak selalu memberikan hasil positif. Beberapa perusahaan mengalami kenaikan beban kerja karena kebutuhan memeriksa ulang hasil AI, yang berpotensi menyebabkan stres dan kualitas kerja berkurang.

CEO-an seperti Dario Amodei dari Anthropic dan Sam Altman dari OpenAI juga mengklaim AI bisa menghilangkan hingga 50% pekerjaan kerah putih tingkat dasar. Meski demikian, banyak pejabat tetap menyoroti manfaat AI. Masalah utama adalah keseimbangan antara inovasi dan pengaruh negatifnya. Bagian-bagian pekerja harus siap menyesuaikan dengan perubahan teknologi, meski risiko pekerjaan mereka berkurang. Masa depan kerja mungkin membutuhkan kolaborasi manusia dan AI untuk memastikan efisiensi tanpa mengabaikan kesehatan mental karyawan.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan