Zelensky Mendesakan dengan Sering atas Krisis Ukraina, Bukan dari Russia

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Munich, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta persahabatan perdamaian yang dituntut AS dan Rusia minggu depan menjadi frasa yang berkesan. Ia merasa Kyiv terlalu sering diperintahkan untuk memberikan persetujuan cepat tanpa memperhatikan kebutuhan Rusia.

Seperti dilansir Al-Jazeera pada 15 Februari 2026, Zelensky mengungkapkan kekhawatiran ini di Konferensi Keamanan Munich. Saat ini, Presiden AS Donald Trump berusaha mencoba menghibur kesepakatan untuk menyelesaikan konflik besar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Rusia, yang menyerang Ukraina sejak Februari 2022, sudah terlibat dalam dua perundingan baru yang dimediasi Washington di Abu Dhabi dan UEA. Namun, pembicaraan tersebut tidak memberikan solusi nyata.

Zelensky berharap perundingan trilateral di Jenewa akan lebih serius. Namun, ia juga mengkritik bahwa diskusi sering mengulang topik konsesi, dengan fokus hanya pada Ukraina bukan Rusia. “Kita selalu kembali ke satu poin: perdamaian hanya bisa terjadi jika ada jaminan keamanan yang jelas,” kata Zelensky.

Khususnya, Ukraine menolak penarikan pasukan dari wilayah timur Donetsk. Mereka meminta jaminan keamanan Barat yang berdurasi 20 tahun atau lebih, sedangkan AS menawarkan 15 tahun. Putin menegaskan bahwa pasukan asing tidak boleh dipasang di Ukraine, sementara Zelensky meminta pemantauan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.

Zelensky juga menyadari tekanan dari Trump, yang mendesaknya untuk tidak melewatkan kesempatan berdamai. Namun, ia menyarankan aksinya yang lebih ketat dari sekutu Ukraina, seperti sanksi lebih keras atau pasokan senjata lebih luas.

Putin dianggap tidak berani menyerah, sehingga Zelensky menyebutnya “budak perang”. Dia membandingkan situasi ini dengan Perjanjian Munich 1938, di mana kekuatan Eropa memungkinkan Hitler mengambil bagian dari Cekoslovakia sebelum Perang Dunia II. “Mengorbankan Ukraine sekarang untuk menghentikan perang akan menjadi ilusi,” ujarnya.

Kremlin menyatakan delegasinya di Jenewa dipimpin oleh Putin dan Medinsky, berbeda dari perundingan sebelumnya di Abu Dhabi. Ukraine menilai penanganan Medinsky kurang konstruktif, mengajak tim mereka belajar sejarah daripada berdiskusi.

Zelensky mengkritik bahwa Rusia mengganti delegasinya menunjukkan strategi untuk menunda kesepakatan. Ia meminta AS untuk memaksa Putin mengakui gencatan senjata, yang diperlukan untuk referendum tentangdamai.

Seperti yang dikatakan Zelensky, perdamaian tanpa keamanan yang jelas adalah ilusi. Semua pihak harus berkomitmen untuk mencegah konflik baru di Eropa.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan