Thecuy.com: Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), perusahaan chip tertinggi dari Tiongkok, sedang menghadapi tantangan signifikan karena kekurangan pasokan DRAM (memori dinamis akses acak) yang sedang menggeser pasar internasional.
Meski pemerintah Tiongkok telah mengalokasikan dana besar untuk memperkuat teknologi dalam negeri, reliance pada bagian memori kelas tinggi tetap menjadi keragaman yang sulit ditangani. Krisis ini mengancam produksi perangkat elektronik, mulai dari ponsel hingga infrastruktur data yang berkembang pesat di Tiongkok.
Kondisi pasokan memori ini mencerminkan kompleksitas industri semikonduktor, di mana kemampuan memproduksi prosesor tidak cukup tanpa mendukung sistem memori yang stabil. SMIC, yang sudah menjadi ujung tombak Tiongkok menyelidiki sanksi perdagangan AS, sekarang harus memprioritaskan stok DRAM untuk menjaga operasional pabrik.
Kelangkaan tidak hanya masalah logistik, tapi juga dampak dari ketidakseimbangan antara permintaan AI yang melonjak dan kapasitas produksi global yang masih terbatas. Laporan terbaru menunjukkan penyuplai utama DRAM seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengutamakan produksi High Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan server AI, sehingga DRAM standar menjadi terbengkalai.
SMIC, yang melayani pabrikan perangkat menengah di Tiongkok, merasakan dampak langsung berupa perpanjangan waktu pengiriman dan lonjakan biaya komponen. Sejarah menunjukkan Tiongkok telah bangunan CXMT untuk mengurangi dependensi luar negeri, tetapi teknologinya masih terpaut beberapa generasi.
Tanpa akses teknologi manufaktur terbaru, SMIC dipaksa memaksimalkan node yang tersedia, sementara efisiensi produksi tetap bergantung pada komponen dari rantai pasok global yang mengalami disrupsi. Analis industri memandang kemungkinan renegosiasi kontrak dengan pelanggan karena biaya produksi DRAM yang membengkak.
Pemerintah Tiongkok terus mendorong kolaborasi lebih dekat antara desainer chip, produsen seperti SMIC, dan perusahaan memori lokal. Langkah ini bertujuan menciptakan sirkuit pasokan tertutup, meskipun prosesnya memakan waktu. Rencana masa depan SMIC melibatkan diversifikasi ke sektor otomotif dan IoT, yang kurang sensitif terhadap kelangkaan memori.
Sektor otomotif, terutama mobil listrik, menjadi pasar menggiurkan di Tiongkok dan memerlukan stabilitas pasokan chip yang berbeda. Dengan fokus ini, SMIC berharap menjaga arus kas positif di tengah ketidakpastian.
Krisis ini mengingatkan bahwa kedaulatan teknologi memerlukan penguasaan semua komponen, bukan hanya unit pemrosesan. Keterkaitan antar-komponen dalam perangkat membuat SMIC tetap rentan selama infrastruktur domestik belum matang.
Pergerakan di kuartal mendatang akan menentukan apakah SMIC mampu melaksanakan tiba-tiba atau harus sesuaikan target produksi. Ke depan, tekanan pasokan ini akan mendorong riset dan pengembangan di sektor memori domestik Tiongkok.
SMIC saat ini masih harus bersabar menghadapi antrean pasokan global, tetapi dorongan untuk solusi mandiri akan naik kuat. Keberhasilannya akan menjadi pengetahuan tentang seberapa jauh industri teknologi Tiongkok dapat bertahan di tengah isolasi dan persaingan ketat.
Taiwan Menyisipkan Teknologi Huawei dan SMIC ke Daftar Hitam
SMIC menghadapi tantangan kompleks yang tidak hanya berisiko pada pasokan material, tapi juga pada komitmen teknologi. Keberhasilannya membutuhkan strategi yang fleksibel, seperti bergabung dengan pasar otomotif yang lebih stabil. Inovasi lokal harus disertai dengan kesadaran global agar industri Tiongkok tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pascai krisis. Secara mendasar, keunikan pasokan komponen menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi di masa depan. Semakin cepat SMIC bisa mengejar solusi domestik, semakin besar peluang untuk mengubah risiko menjadi peluang pertumbuhan.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Penulis Berpengalaman 5 tahun.