Sambil mempersiapkan diri untuk Ramadan 1447 H, Kota Tasikmalaya mengalami perubahan suasana yang lebih tenang dibanding biasanya. Pembalakan ini tidak disebabkan oleh macet atau suara klakson yang bertele, melainkan oleh iring-iringan dari pawai tarhib Ramadan yang digelar ratusan kader dan simpatisan PKS. Gerakan ini melibatkan kendaraan yang menembus jalur-jalur utama seperti Jalan Indihiang, Juanda, dan HZ Mustofa.
Ketika melintas jalan, ia terasa seperti panggung syair spiritual yang bergerak. Selain sebagai penegakan waktu sebelum sahur, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah periode yang singkat namun penuh dengan harapan. Panitia berkomitmen membagikan jadwal imsakiyah kepada warga, sehingga setiap orang dapat memahami waktu yang tepat untuk beribadah.
Di tengah dorongan lalu lintas, segala hal menjadi simbol ajakan: bersiap, bukan sekadar ramai. Tokoh-tokoh PKS berkata bahwa Ramadan harus dijadikan peluang untuk meningkatkan keberatan spiritual, sosial, dan moral. Mereka juga menekankan bahwa bulan ini bukan hanya soal persembahan, tapi juga usaha untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Penginatan dengan pemuteran kain rambut Islami dan kendaraan dengan motif agama menambah warna baru pada kota. Melalui ini, PKS Tasikmalaya menunjukkan kehadirannya dengan cara yang lebih personal—melalui percakapan, pengingatan, dan sharing.
Ratusan kendaraan mengikuti rute dari pusat kota hingga beberapa kelurahan, menegaskan bahwa ajakan menyambut Ramadan tidak batas di lokasi tertentu. Warga melambatkan lalang, menerima imsakiyah, atau membuat kenangan dengan ponsel, menunjukkan bahwa semangat tarhib Ramadan ini menyeluruh.
Kehadiran tokoh PKS, seperti Ketua DPD Agus Sugiarto, juga menjadi penguat bagi pesan ini. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan sebagai platform untuk meningkatkan kepedulian sosial. Semua hal terkontrol, mulai dari distribusi jadwal hingga penempatan rute, menjamin efisiensi dan dampak maksimal dari kegiatan ini.
Ramadan diharapkan menjadi Era yang fokus pada transformasi diri dan kontribusi sosial. Harapannya adalah masyarakat tidak hanya mengikuti pawai, tapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap Ramadan membawa peluang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial. Semoga kegiatan seperti ini tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjalankan tanggung jawab sosial dengan penuh harap.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.