Bendungan Jlantah di Kelar dengan biaya Rp 1 Triliun dibangun, serta jaringan irigasi diperluas.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bendungan Jlantah sudah selesai dibangun oleh pemerintah sejak 2024. Sekarang, proyek ini akan dikendalikan untuk menyediakan air irigasi pada lapangan selanjutnya bagi masyarakat sekitar daerah bendungan tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengunjungi area bendungan ini. Dody menjelaskan bahwa pencapaian jaringan irigasi baru sendiri bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan. Sejauh ini, fokusnya sudah pada mempercepat proses pengubahan tanah agar penyelenggaraan fisik bisa dilakukan dengan cepat.

“Kita sedang berdiskusi untuk membangun saluran irigasi baru yang akan memperkuat produktivitas lahan sawah di sekitar ini. Jadi, yang telah dideklarasikan, progress pembangunan sudah selesai. Tahun ini, jika pembebasan tanah berhasil selesai, mungkin kita bisa langsung mulai membangun fisiknya,” kata Dody saat meninjau lokasi di Karanganyar, Jawa Tengah.

Dengan kapasitas 11,82 juta meter kubik, bendungan ini sudah mampu menyediakan air untuk 800 hektar sawah melalui jaringan yang ada. Namun, Dody bermintai untuk memperluas jangkauan ini hingga 1.500 hektar. Proyek ini juga melibatkan pembangunan jaringan baru yang bisa menutupi area tambahan tersebut.

Penambahan infrastruktur ini juga memberikan manfaat lain. Bendungan Jlantah mampu mengurangi banjir sebesar 70,33 meter kubik per detik, sehingga mengurangi dampak banjir hingga 51,26% dalam periode ulang 50 tahun. Selain itu, potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 megawatt juga menjadi nilai tambah.

Dengan proyek ini, masyarakat di Karanganyar dapat mendapatkan solusi irigasi yang lebih efisien. Pembangunan bendungan Jlantah juga menjanjikan kemajuan berkelanjutan di bidang perkebunan dan keamanan lingkungan melalui pengurangan risiko banjir.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan