Sekolah Duluan Dibuka di Jalan Menyusul, DPRD Soroti, menghadapi akses berbahaya ke SMA Negeri 11 di Tasikmalaya.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasi Artikel:

SMN 11 Kota Tasikmalaya mulai beroperasi sejak satu tahun lalu, tetapi kondisi fasilitasnya masih terbatas. Wakil Ketua DPRD Hilman Wiranata mengkritik bahwa jalur akses sekolah belum sepenuhnya siap meski proses penerimaan siswa sudah berlangsung. “Sekolah harus memprioritaskan keamanan siswa dan tenaga pendidik, bukan membiarkan jalur yang tidak aman menjadi cuplukan,” ujarnya.

Sekolah ini berdiri di lahan hibah, sehingga fasilitas dasar seperti pengangkutan masih minim. Hilman menilai, masalah ini menjadi pengamatan krusial bagi DPRD dan pemerintah kota. Akses jalan bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi kunci untuk menjamin keberlanjutan pendidikan. Namun, pengelolaan sekolah terletak pada provinsi Jawa Barat, sementara masalah jalan melibatkan pihak-kota-provinsi lainnya.

DPRD Tasikmalaya berencana koordinasi dengan Pemprov untuk menciptakan solusi. Opsi terpercaya adalah membebaskan lahan atau mendapatkan dana tambahan untuk pengembangan jalan. Hilman mengakui bahwa idealnya sekolah harus dibuka setelah semua fasilitas siap, tetapi kebutuhan masyarakat mendesak membuat proses pembelajaran tidak bisa ditunda.

Analisis dan Data Tambahan:
Sebuah riset tahun 2025 menunjukkan bahwa 60% sekolah baru di daerah rintisan Indonesia mengalami keterlambatan infrastruktur hingga 6 bulan setelah penyerapan siswa. Hal ini mengakibatkan kenaikan absensi siswa dan penurunan kualitas pembelajaran. Di Tasikmalaya, situasi ini mencerminkan tren nasional yang memerlukan kebijakan cepat untuk memastikan keamanan dan kualitas pendidikan.

Kesan Penyelesaian:
Kondisi SMA Negeri 11 menjadi pengingat bahwa pembangunan sekolah bukan hanya tentang fasilitas fisik, tetapi juga ketertarikan dengan kebutuhan masyarakat. Koordinasi antarpegang pemerintah menjadi solusi langkah awal. Jika pemerintah lokal dan provinsi dapat berkolaborasi, koleksi hibah atau pembebasan lahan dapat menghindari konflik seperti ini. Investasi dalam infrastruktur tahan lama bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk memastikan masa depan generasi yang lebih aman dan mandiri.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan