Proyek ‘Sulap’ Mengubah Sampah Jadi Listrik Dikuasai Pemenang Lelang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Penerimaan hasil lelang proyek Waste to Energy (WTE) yang mengubah sampah menjadi energi listrik akan dilakukan pada akhir Februari 2026. Informasi ini diberikan langsung oleh Rosan Roeslani, presiden dari perusahaan Danantara.

Langkah awal proyek ini akan berlangsung di empat wilayah, yaitu Bali, Bogor, Yogyakarta, dan Bekasi. Rosan menjelaskan bahwa proses pemilihan penyelenggara akan dilakukan melalui evaluasi mendalam oleh tim Danantara sebelum pengumuman resmi. “Kita sudah memulai proses ini. Rencana akhir Februari ini akan kamiumumkan setelah evaluasi secara menyeluruh, termasuk aspek teknologi, keuangan, dan lainnya,” kata Rosan saat diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Pelaksanaan tender untuk fase kedua proyek ini akan bertunjel setelah diskusi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Rencana menargetkan ekspansi WTE ke 12 kota. Rosan menjelaskan bahwa diskusi ini sudah dilakukan, dan penyelenggaraan batch kedua diharapkan berlangsung setelah hasil evaluasi fase pertama. “Terdapat 12 kota yang tertargetkan di batch kedua. Rencana ini berlangsung setelah kita mengumpulkan penerimaan pesen dari fase pertama. Jadi, ini bisa lebih cepat dalam Maret,” ujar Rosan.

Sebelumnya, Pandu Patria Sjahrir, CIO Danantara, pernah menyebutkan bahwa proyek WTE di Indonesia memiliki potensi menjadi terbesar di dunia. Pandu menekankan bahwa investasi ini tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi tetapi juga menyelesaikan masalah lingkungan yang kritis. “WTE kita mungkin terbesar di dunia. Tidak ada negara yang melakukan investasi sebesar ini untuk WTE. Ini bukan hanya untuk keuntungan, tetapi untuk menyelesaikan isu lingkungan yang sudah beresiko,” kata Pandu saat acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Pemanfaatan sampah melalui WTE diharapkan menjadi solusi inovatif untuk mengelola limbah sisa, mengurangi pencemaran lingkungan, dan menunjang energi terbarukan. Proyek ini juga bisa menjadi contoh bagi negara lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa.

Investasi Danantara dalam WTE menunjukkan komitmen untuk mengembangkan solusi berkelanjutan di Indonesia. Dengan fokus pada dampak lingkungan positif, proyek ini mungkin menjadi model terbaik dalam mengintegrasikan manajemen limbah dengan produksi energi.

Proyek WTE ini tidak hanya mengubah cara masyarakat mengelola sampah, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri energi terbarukan. Dengan pendekatan inovatif dan skala besar, Danantara mungkin menjadi pionir dalam pemanfaatan sampah sebagai sumber energi yang dapat diandalkan.

Pemerintah dan organisasi swasta perlu mendukung pengembangan teknologi WTE untuk memenuhi target energis yang bersih. Kesuksesan ini bisa menjadi landasan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan