PAN Minta Mencegah Gugat Gudang Pestisida Cemari Cisadane Karena Kelalaian Fatal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Aqib Ardiansyah, anggota Fraksi PAN di Komisi XII DPR, memberikan dukungan penuh terhadap tindakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam mematikan gudang PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan. Peristiwa ini melibatkan buntut cairan pestisida yang merusak Sungai Jeletreng, salah satu aliran air yang mengalir ke sungai Cisadane. Aqib menilai, jika udah terbukti gudang tersebut tiada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hal ini bukan kesalahan biasa, melainkan ketidakpastian struktural yang berbahaya.

“Ketidakadaan IPAL adalah bukti pengakuan ketat terhadap perdamaian lingkungan,” kata Aqib saat dicita, Jumat (14/2/2026). Ia menekankan, perusahaan yang mengelola bahan kimia berbahaya wajib memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang ketat sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2009. Penghapusan gudang tersebut harus menjadi pelajaran bagi perusahaan lain yang beroperasi di bidang kimia berbahaya.

Menteri Lingkungan Hidup Faisol Hanif Nurofiq telah memutuskan untuk membebankan gudang tersebut berdasarkan pasal 87 dan 90 UU No. 32. Awalnya, pencemaran air sudah mempengaruhi kawasan Teluknaga, Tangerang, dan akan terus melesat hingga sungai Cisadane yang lebar 9 kilometer. Hanif menggunakan prinsip polluter pays untuk mengacu pada pihak pengelola gudang sebagai pihak yang tergugat.

Kebakaran yang terjadi di gudang PT Biotek Saranatama melibatkan buntut cairan pestisida yang mengalir sembarangan. Menurut Aqib, dalam situasi darurat seperti kebakaran, air yang terkena racun tidak boleh dibuang ke sungai atau saluran umum. Sistem “containment” (bak penampung) yang mumpuni harus menjadi standar wajib untuk semua gudang bahan berbahaya.

Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan bahan berbahaya. Aqib menegas, penanganan kasus ini harus menjadi sengaja untuk mencegah pengulangan. “Setiap perusahaan wajib mempersiapkan bangun darurat dan sistem pengelolaan yang transparan,” ujarnya.

Pelajaran penting dari peristiwa ini
Kesembuhan pencemaran lingkungan memerlukan komitmen kolektif. Perusahaan harus memahami dampak jangka panjang ketidakpastian lingkungan. Regulasi harus diwujudkan dengan ketat, khususnya untuk sektor yang berpotensi merusak ekosistem.

Bangun damai dengan kesadaran dan ketatasan akan mencegah bencana besar. Setiap tindakan kecil dalam pengelolaan lingkungan bisa menjadi langkah besar untuk keberlanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan