Jakarta – Kementerian Pertanian mencatat nilai ekspor kakao mencapai 348 ribu ton dengan nilai US$ 2,65 miliar atau sekitar Rp 44,6 triliun. Nilai ini diperkirakan akan melonjak seiring peningkatan produksi kakao domestik dalam tahun 2026. Data ini mengacu pada statistik perkebunan yang menunjukkan produksi pada 2024 sebesar 617 ribu ton dari luas 1,37 juta hektar. Angka tersebut turun sedikit menjadi 616 ribu ton pada 2025.
Pembangkasan untuk 2026 memperkirakan produksi naik ke 635 ribu ton dengan luas lahan mencapai 1,38 juta hektar. Kenaikan ini menjadi strategi utama di tengah harga kakao global yang meningkat dan permintaan pasar dunia yang semakin besar.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa peningkatan produktivitas dan mempercepat hilirisasi menjadi prioritas. “Kita tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri melalui peremajaan, penggunaan benih berkualitas, dan pendampingan intensif,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sebagai penyerang utama, Sulawesi berkontribusi lebih dari 60% produksi nasional dengan 378 ribu ton. Sumatera menyumbang sekitar 164 ribu ton, terutama dari Lampung dan Sumatera Utara. Data dari Direktorat Jenderal Perkebunan menunjukkan ekspor kakao Indonesia pada periode 2021-2025 sudah memperkaya peran di pasar global, terutama di Asia, Eropa, dan AS.
Abdul Roni Angkat, Direktur Jenderal Perkebunan, menjelaskan harga kakao domestik bergerak sesuai tren harga fermentasi global. “Ini menjadi peluang besar bagi pekebun untuk meningkatkan pendapatan. Kami mendorong peningkatan kualitas, terutama fermentasi, agar harga di tingkat pekebun optimal,” katanya.
Pemerintah mendorong penguatan industri pengolahan, mulai dari biji fermentasi hingga produk cokelat jadi. Dengan lebih dari 1,3 juta hektar dan jutaan petani, kakao menjadi kunci dalam penguatan ekonomi daerah, terutama di wilayah timur.
Dengan perbaikan produktivitas dan kualitas, Indonesia bisa menjadi pemain strategis dalam rantai pasok kakao olahan dunia. Hilirisasi não hanya menjaga stabil harga, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pekebun.
Kakao tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga peluang untuk memperkuat identitas Indonesia di pasar global. Haruslah terus meningkatkan kualitas dan efisiensi untuk memastikan nilai tambah tidak berhenti di hulu. Semua pihak harus bekerja sama untuk mempersatukan potensi kekuatan produksi dan inovasi pengolahan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.