Krisis Komunikasi di Kota Tasikmalaya Diketahui sebagai Alasan Alarm untuk Pemerintahan, Tidak Secara Cepat Hanya Terkait dengan Guyonan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menyampaikan pesan yang tidak hanya sekadar humor di forum silaturahmi Forkopimda di Mapolresta, Kamis (12/2/2026). Dalam pernyataannya, ada analisis mendalam tentang kondisi pemerintahan di kota ini. Myftah Farid, yang menjabat sebagai Sekretaris Umum IKA PMII dan Ketua Generasi Muda Nahdlatul Ulama, mengungkapkan bahwa pernyataan ini mencerminkan ketidakpastian dalam komunikasi antarparlungan.

Metaphori “sumbatan komunikasi” dan cerita “puasa bicara suami-istri” digunakan bukan sebagai iklan, melainkan untuk mendeskripsikan masalah komunikasi yang tidak optimal. Myftah menjelaskan bahwa seperti suami yang hanya menulis surat untuk meminta makan, pemerintahan yang hanya berkomunikasi melalui surat-menyurat risiko kehilangan manfaat. Jika instruksi hanya berbentuk dokumen, kemungkinan akan hilang peluang atau sumber daya.

Dalam diskusi yang dihadiri ulama, pemimpin politik, ormas, hingga aktivis, pernyataan Wakil Wali Kota menunjukkan bahwa keinginan untuk berinteraksi lebih besar daripada ruang dialog yang tersedia. Myftah menganggap perumpamaan suami-istri sangat relevan dengan realitas pemerintahan daerah. Wali dan Wakil Wali Kota sering dianggap sebagai satu unit pengelola “rumah tangga kota”, tetapi jika komunikasi terbatas, kebijakan bisa kehilangan dampak.

Peringatan dari Myftah mencerminkan beberapa poin: komunikasi yang tidak efisien menjadi penghambat, bukan karena niat kurang. Menegur dengan humor bisa membantu mengontrol konflik tanpa meremehkan. Harapan pada stakeholder untuk memahami bahwa pemerintahan bukan hanya struktur, tapi juga harmoni antara berbagai pihak.

Kesan perintah ini mengingatkan bahwa pemerintahan bukan hanya tentang struktur, tapi juga tentang cara kita berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat. Jika komunikasi menjadi segala sesuatu, kemungkinan akan kehilangan kepercayaan dan efisiensi. Pembangunan yang efektif membutuhkan dialog terbuka, bukan hanya dokumen tertulis.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan