Desa Padasari, di Kecamatan Jatinegara, Jawa Tengah, awalnya dikenal sebagai lokasi yang tenang. Warga bisa beraktivitas seperti biasa dan hidup dengan tenang. Namun, suatu saat terjadi terot tanah gerak di desa tersebut. Pergerakan earthen mulai terasa di lokasi tersebut sejak Senin 2 Februari 2025.
Berdasarkan catatan detikJateng, dari 464 rumah warga, 205 rumah mengalami kerusakan berat, 174 rusak sedang, dan 85 hanya retak ringan. Dampak hunian tersebar di beberapa RW. Misalnya di RW 01, terik di RT 01, 02, dan 03. Di RW 02 meliputi RT 06, 07, 08, 09, dan di RW 03 RT 12, 13, 14, 15. RW 04 juga terendam di RT 10, 11, 16, 17, 18.
Pertemuan langsung dengan Thecuy.com terjadi Seni (13/2/2026). Lokasi desa cukup jauh dari pusat Tegal, membutuhkan 45-60 menit dengan kendaraan. Akses ke Padasari melalui Jalan Raya Slawi lalu melanjutkan dengan roda dua. Perjalanan ekstrim trus terang oleh tanjakan dan curam selama 20 menit.
Kemudian, kondisi rumah-rumah rusak menjadi pemandangan utama. Beberapa rumah kosong karena ditinggal pemilik, sedangkan warga lain tetap tinggal di rumah yang bisa berdiri. Salah seorang warga mengungkapkan, “Rumah saya retak-pak, ada yang hilang, banyak yang nyambung.” Sementara warga lain hanya menyatakan, “Rumah saya masih berdiri, tapi retak-retaknya masih exist.”
Bencana ini juga merusak infrastruktur. Data desa mencatat kerusakan fasilitas sosial 21 unit, peribadatan 7 unit, pendidikan 7 unit, dan pemerintahan 1 unit. Jembatan desa dan jalan setempat juga terjedah 3 titik dan 1 unit. Warga terimpak direlokasi ke lokasi aman, total 2.460 jiwa dari 596 keluarga.
Pemerintah menegaskan, tanah Padasari tidak layak untuk tinggal. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyediakan lahan 12 hektare dekat desa untuk Hunian Sementara (Huntara). Dody Hanggodo, Menteri PU, menjelaskan proses ini sudah lama ada pengetahuan dari Badan Geologi.
“Lahan Huntara(location) sudah diolah, tapi kami menunggu pengajuan administrasi dari Pemkab Tegal,” ujar Dody. Bupati meminta bantuan BNPB dan BPK. Rencana pembangunan Huntara direncanakan selesai dalam 3 minggu, agar warga bisa tinggal sebelum Lebaran.
Dody menambahkan Huntara PU biasanya dikerjakan cepat. “Harapannya, sebelum lebaran bisa punya hunian sementara dengan fasilitas lengkap. Serupa seperti yang terjadi di Sumatera atau Aceh,” katanya.
Huniannya, pencampuran stabilitas dan aksi cepat pemerintah menjadi solusi. Meski bencana tak terduga, proses relokasi dan pembangun Huntara menunjukkan komitmen menyelamatkan warga.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.