Gudang Pestisida di Cemari Sungai Cisadane Terancam Digugat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Jakarta, kecelakaan kebakaran terjadi di gudang milik PT Biotek Saranatama setelah cairan pestisida mengalir menuju Sungai Jeletreng. Aliran air yang terkontaminasi berpotensi merusak lingkungan sekitar. Pemerintah telah memulai pemeriksaan terhadap insiden, yang disumbang oleh 20 ton pestisida yang terbakar.

PT Biotek Saranatama terletak di Tangerang Selatan, di sebuah kawasan bisnis. Perusahaan tersebut menyimpan pestisida seperti cypermetrin dan profenofos, bahan kimia yang umum digunakan untuk mengontrol hama tanaman. Menurut keterangan, pembakaran memicu emisi residu kimia ke sungai, yang merusak ekosistem air dan berbahaya bagi masyarakat.

Kementerian Lingkungan Hidup mengingatkan masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang terpapar pestisida. Kandungan kimia dalam ikan bisa memicu penyakit seperti kanker jika dimasuki. Kepala Dinas Kesehatan Tangerang warunya agar masyarakat di sekitar sungai Cisadane berhenti makan ikan sementara. Pemeriksaan laboratorium lanjutan akan dilakukan untuk memastikan keamanan air dan lahan.

Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane telah meluas hingga 22,5 kilometer. Lingkungan seperti ikan mas, ikan baung, serta ikan sapu-sapu telah terancam kematian. Pemerintah membangun uji coba lebih mendalam dengan bantuan ahli toksikologi. Menerusnya, air sungai Jaletreng dan tanah juga akan diuji untuk mengukur dampak keseluruhan.

Beberapa warga tetap memancing ikan di sungai terkena pencemaran. Meski risiko tinggi, mereka mengelola aktivitas dengan hati-hati. Salah satu responden mengatakan mereka melakukan ini untuk mencari waktu sengaja. Kemenangan air bersih dari PDAM juga menjadi motivasi mereka.

Menteri Lingkungan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan siap menggugat pihak bertanggung jawab. Dia melibatkan prinsip polluter pays, yang memaksa penyebutan dan pengelola gudang memulihkan kerusakan. Proses ini memerlukan waktu karena harus mencakup 9 kilometer aliran sungai yang terkontaminasi.

Kondisi ini menjadi pengingat penting. Kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak fisik tetapi juga kesehatan masyarakat. Kesadaran untuk mengelola bahan berbahaya dan kepatuhan regulasi menjadi solusi utama. Menerusnya, kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah risiko kemanfaatan berbahaya.

Mereka harus agak oplet. Kejadian ini menunjukkan bahwa hasil atau keuntungan tidak boleh merusak kesejahteranan bersama. Siapa pun yang menggunakan pestisida harus lebih cermat. Jika semua pihak bertanggung jawab, semakin aman rangkaian sampah dan lingkungan.
(389 karakter)

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan