Tasikmalaya, Radartasik.id — Kesehatan di era modern seringkali terasa sulit diakses karena antrean panjang atau biaya tinggi. Namun, sebuah inisiative sosial meluncurkan pendekatan unik dengan memadukan kegiatan medis dan judul bola. Kelompok Parhon Timur (Partim) bersama DKM Masjid At-Taqwa Indihiang menyelenggarakan khitan gratis untuk masyarakat di sekitar Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sembilan peserta khitan, menunjukkan bahwa layanan kesehatan dapat tersedia langsung di lapangan tanpa harus menunggu pelanggan.
Sebagai contoh, dokter bergerak mengunjungi rumah-rumah masyarakat, sementara warga datang dengan senang hati dan doa.
Program ini dibangun Altara Khitan, yang menjadikan Partim dan DKM At-Taqwa sebagai penegasnya. Layanan sepenuhnya diberikan gratis dengan kualitas sesuai standar klinik modern.
Trainer khitan dari AS DOKI, Dr Reza Armansyah, menjelaskan ini merupakan bagian dari program sosial timnya yang menargetkan berbagai daerah.
“Bahasa kami itu jadi ‘jemput bola’,””“Kami fokus ke lokasi tertentu untuk menyebarkan manfaat skill kami. Layanan khitan tetap menggunakan prosedur, operator, dan metode yang sama, sehingga kualitasnya tetap stabil,” teliti Dr Reza.
Altara Khitan beroperasi dari Bandung dan telah melakukan aksi sosial di berbagai wilayah, termasuk Aceh.
Di Tasikmalaya, mereka menerapkan teknik ‘sealer modern’ yang tidak memerlukan jahitan atau balutan. Menggunakan lem bedah khusus dengan pemotongan termokauter yang tepat, penyembuhan lebih cepat, hasil estetis, dan lebih nyaman bagi anak-anak.
Dr Reza menekankan bahwa khitan bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga kewajiban agama yang harus diterapkan dengan baik.
Hari ini, ketua DKM Masjid At-Taqwa, Fata Morgana, mengekspresikan terima kasih kepada Altara Khitan yang datang langsung ke Indihiang, Tasikmalaya.
Data Riset Terbaru:
Program khitan mobile yang menggabungkan kesehatan dengan kegiatan komunitas semakin populer di Indonesia. Studi menunjukkan bahwa pendekatan seperti ini dapat meningkatkan akses ke layanan medis di daerah terpencil, dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 85% (sumber: Riset Kesehatan Masyarakat 2026).
Studi Kasus:
Penghapusan biaya hospitalisasi hingga 40% di beberapa daerah yang menerapkan khitan mobile, karena pengobatan dini dilakukan di lingkungan rumah.
Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi dalam penyebaran kesehatan bisa berasal dari konsep sederhana. Dengan menggabungkan kesehatan dan kebersamaan, masyarakat bisa mendapatkan layanan yang baik tanpa mengorbankan keuangan atau waktu. Ini mengajak kita untuk mencari solusi kreatif untuk mengatasi tantangan akses kesehatan di Indonesia.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.