Petani Milenial di Tasikmalaya Menciptakan Magnet Sekolah dan Menjadi Calon Petani Jepang Tanpa APBD

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Tasikmalaya, Radartasik.id melaporkan kisah inspiratif tentang Dea Nurhadi, petani milenial dari Kampung Babakanpala yang berhasil mengubah lahan pertanian menjadi sumber penghidupan. Mulai dari September 2025, Dea telah melakukan panen cabai se-22 kali dalam satu tahun, dengan dua kali per minggu pada Senin dan Kamis. Hasil produksi mencapai 1,6 kuintal per minggu dari satu siklus panen.

Dea menjelaskan, “Sekarang sudah petikan kedua. Hasilnya stabil sejak awal tanam sejak 2019.” Lahan yang produktif saat ini adalah 150 bata, sementara total lahan 1,5 hektar masih dalam pengembangan. Pertumbuhannya dimulai karena ketidakpurnaan lahan keluarga, yang mendorongnya untuk mengelola lahan tersebut secara mandiri tanpa bantuan APBD.

Kebun Dea menjadi pusat pembelajaran bagi empat sekolah dari luar daerah, termasuk dari Ciamis dan Tasikmalaya. Aktivitas pertaniannya juga menjadi lokasi praktik untuk siswa dan peserta program pertanian. “Usaha pertanian bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk tidak malu terlibat,” kata Dea.

Ketua RW 23 Kersamenak, Candra Dewi, mengakui prestasi Dea sebagai contoh positif bagi RT. “Keberhasilan Dea bisa menjadi inspirasi bagi warga lain, terutama anak muda, untuk berani terjun ke bidang pertanian,” ujarnya.

Pendapatan data dari Survey Kebun Milenial 2026 menunjukkan peningkatan 30% pengenalan pertanian di kalangan generasi muda di Jawa Barat. Studi kasus Dea menunjukkan bahwa dengan strategi inovatif seperti penanaman cangkang cepat dan pemanen panen berkala, lahan kecil dapat menghasilkan hasil signifikan.

Inilah cerita Dea Nurhadi yang membuktikan bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan warisan, tetapi juga jalan hidup yang dalam. Keberhasilannya bukan hanya menginspirasi anak muda di sekitarnya, tetapi juga menunjukkan bahwa dengan kesadaran dan usaha konsisten, lahan ini bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Dea’s perjalanan mengajak kita semua untuk melihat pertanian bukan sebagai tugas yang mengantara, tapi sebagai kesempatan untuk berkembang bersama dunia. Setiap lahan, besar atau kecil, memiliki potensi untuk berubah dengan santunan dan inovasi. Mari harapnya Dea menjadi model bagi generasi yang akan datang untuk melihat pertanian sebagai jalan yang bijak dan berkesinabaran.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan