Pegiat Ekraf Menghilangkan Fasilitas Minimal DPRD Banten

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Forum Ekonomi Kreatif Banten mengajukan permintaan terkait fasilitas pendukung yang masih memerlukan pengembangan bagi Kepala DPRD Banten Fahmi Hakim. Perdanaannya, sektor ekonomi kreatif di Provinsi Banten sedang berkembang pesat dan membutuhkan dukungan strategis. Saat forum pelantikan pengurus Fekraf Banten 2025-2028, Fahmi hakim menekankan bahwa keberlanjutan ini memerlukan kebijakan yang sesuai. DPRD akan openness menerima masukan komunitas kreatif untuk diimplementasikan dalam program daerah.

M. Irfan, Ketua Umum Fekraf Banten, menyampaikan bahwa jumlah dan kualitas pelaku ekonomi kreatif meningkat terus, meskipun fasilitas seperti ruang kerja (space) dan venue masih terbatas. Serang, sebagai lokasi krama komunitas dari berbagai wilayah, wajib memiliki infrastruktur mendukung. Fekraf direncanakan menjadi jembatan dialog antara pelaku kreatif dan pemerintah.

Eli Susiyanti, Kepala Dinas Pariwisata Banten, mengingingat kolaborasi menjadi kunci pengembangan ekonomi kreatif. “Kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus bersinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas,” kata-nya. Dari 17 subsektor, hanya tiga yang tumbuh cepat: kuliner, fashion, dan kriya. Meskipun ada tantangan, irfan optimis dengan kerja bersama untuk mengembangkan subsektor lain.

Fasilitas yang diperlukan mencakup ruang kegiatan formal, akses internet cepat, serta program pelatihan. Irfan menekankan, tanpa dukungan fisik dan non fisik, potensi ekonomi kreatif Banten tidak akan terpolong.

Dengan potensi sumber daya alam dan kreativitas lokal, Banten bisa menjadi pusat ekonomi baru. Kolaborasi antarpariparib adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi ini.

Banten punya peluang besar untuk menjadi model ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Keberhasilan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Semakin cepat kami bekerja sama, semakin besar dampak positif bagi masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan