Mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen Unsil Gelar Aksi Bela Negara Berdasarkan Policy Brief di Puskesmas Sambongpari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana UNSIL Angkatan 2025 melakukan aktivitas pengabdian akademik di UPTD Puskesmas Sambongpari, Tasikmalaya, pada 9 Februari 2026. Inisiatif ini bertujuan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pendidikan dan kebijakan publik. Keadaan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Tasikmalaya, Drs. Asep Goparullah, yang juga merupakan alumni program doktor UNSIL. Ia hadir bersama Kepala UPTD, Bdn. Enung Rohimah, yang mengekspresikan kesuksesan kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan layanan kesehatan.

Asep menekankan bahwa konsep bela negara tidak hanya tentang keamanan fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi sosial. Mahasiswa doktoral dianggap memiliki peran strategis dalam mengecualikan penelitian ke kebutuhan masyarakat. “Aksi ini adalah bentuk bela negara melalui penelitian yang aplikatif. Mahasiswa diharapkan memberikan solusi kebijakan yang langsung meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Kepala UPTD Samboangpari, Enung Rohimah, memuji kerja sama dengan UNSIL. “Pendampingan akademik sangat membantu. Rekomendasi berbasis riset diperlukan untuk memperbaiki sistem pelayanan,” kata ia.

Nisa Noor Wahid, sekaligus peneliti utama, memaparkan hasil aksi berupa policy brief yang fokus pada keselamatan pasien. Rekomendasi mencakup tim keamanan pasien yang aktif, pelatihan rutin tenaga kesehatan, audit keamanan berkala, serta budaya tidak menyalahkan dalam penanganan masalah.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kebijakan keamanan pasien yang sistematis dapat mengurangi error medis hingga 40% dalam lima tahun. Contohnya, puskesmas yang menerapkan audit berkala menunjukkan peningkatan kepuasan pasien sebesar 25%. Studi kasus dari daerah lain menunjukkan bahwa pengabdian akademik mendorong inovasi kebijakan yang lebih responsif.

Bagi masyarakat, inisiatif seperti ini membuktikan bahwa pendidikan dan layanan publik bisa bergabung untuk solusi praktis. Mahasiswa bukan hanya peneliti, tetapi juga pelayanan yang bisa mendorong perubahan. Aktivitas ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam melayani masyarakat.

Ini bukan hanya pengabdian sekali, tetapi langkah awal untuk membangun sistem yang lebih robust. Dengan kolaborasi yang lebih baik, pelayanan kesehatan bisa menjadi lebih inklusif dan aman. Semakin banyak akademisi yang bergabung, semakin besar potensi inovasi yang bisa dihasilkan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan