Dua Anggota DPRD Pangandaran Terlibat dalam Kasus MBA dan Aplikasi Investasi yang Diduga Penipuan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pangandaran menjadi fokus masyarakat karena kasus terkait pembangunan model MBA yang melibatkan dua anggota DPRD Golkar. Informasi dari Radar mengungkapkan keduanya telah bergabung dalam proyek ini, dan beberapa orang sudah terlibat atau terregistrasi sebagai anggota. Ketua DPD Golkar M Taufiq mengakui hal ini di dalamnya tetapi menunda tindakan hingga ada klarifikasi dari pihak kepolisian. “Kita hanya menunggu hasil penyelidikan, dan di dalam kami sudah ada diskusi,” kata dia saat ditanya (11/2/2026).

Pihak kader partai menyatakan, jika terpaku, akan ada pengambilan langkah sesuai ketentuan. M Taufiq menegaskan bahwa keputusan akan bergantung pada hasil penyelidikan. Jika terbukti salah, keduanya mungkin terpindahkan dari keanggotaan atau bahkan dikaitkan dengan larangan PAW (Pergantian Antar Waktu). Salah satunya dianggap pasif karena tidak memaksa warga untuk berpartisipasi.

Ketahui, keterlibatan kader tersebut baru dikenal saat membuka pusat MBA di Parigi. Sebelumnya tidak ada tanda yang mencerminkan hal ini. “Awalnya kami tidak menyadari apa-apa,” ujarnya. Sejati sebagai anggota dewan, Taufiq menekankan bahwa tindakan ini bisa merugikan masyarakat.

Saat ini, tidak ada pengumuman resmi dari partai atau polisi terkait hal ini. Proses hukum masih dalam tahap penyelidikan.

Transparansi dalam penggunaan posisi politik menjadi kunci. Kasus ini mengingatkan bahwa investasi atau kolaborasi bermutu harus diwujudkan tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial. Warga harus menjadi pelacak aktif jika memang tertarik mendukung proyek seperti ini. Integritas dalam menjabat public service merupakan nilai yang tidak boleh diteliti.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan