Bupati Ciamis meminta pertanggungjawab Menteri Lingkungan Hidup atas warga yang masih buang dan bakar sampah sembarangan.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bupati Ciamis terus mempromosikan perubahan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pendidikan tentang konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) ditegaskan sebagai dasar utama untuk mengurangi limbah serta menjaga lingkungan. Hal ini dibahas Bupati Herdiat Sunarya saat kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan desa tahun 2026 di Aula Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kamis (5/2/2026). Ia menekankan bahwa pemilihan sampah harus dilakukan sejak sumbernya.

Contohnya, botol plastik yang dimiliki tidak perlu langsung dibuang, karena bisa diolah kembali atau digunakan untuk pupuk organik. “Saya menekankan bahwa masyarakat perlu memahami manfaat 3R untuk mengurangi limbah,” kata Bupati Herdiat.

Pemerintah daerah juga mengingat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang melakukan blusukan mendadak ke Ciamis awal Februari. Setelah ini, Bupati Herdiat mengakui sosialisasi 3R sudah mulai berjalan di desa. Namun, ia mengakui masih ada masyarakat yang masih menguapkan sampah dan membakarnya.

“Praktik membakar atau buang sampah ke sungai tidak boleh dilakukan karena berujung pada pencemaran,” ujarnya. Bupati Herdiat meminta kepala desa berkolaborasi dengan tokoh agama, termasuk MUI, untuk memaksimalkan sosialisasi.

Kita mengetahui, studi mendatang menunjukkan bahwa implementasi 3R di daerah lain berhasil mengurangi limbah rumah tangga hingga 40%. Hal ini menunjukkan potensi besar konsep ini untuk Ciamis.

Dengan 3R, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Langkah kecil seperti memisahkan sampah di rumah sudah bisa merubah kebiasaan. Kita diharapkan tidak hanya ikut, tetapi juga mendorong perubahan lain di sekitar kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan