TASIKMALAYA – Hujan intensif yang menyusul pada Rabu (11/2/2026) hingga Kamis (12/2/2026) memicu bencana longsor dan banjir di beberapa kawasan di Tasikmalaya. Dampak signifikan tercatat di Kecamatan Sukahening dan Jamanis, di mana beberapa rumah terusak berat, akses jalan kabupaten tercut, dan warga dipaksa mengungsi.
Ketua FK Tagana, Jembar Adisetya, mengungkap longsor pertama terjadi di Kampung Calingcing Kidul, Kecamatan Sukahening. Dua rumah yang berpenduduk 12 orang mengalami kerusakan parah. “Warga yang terpukul telah bergerak ke tempat lebih aman, sementara evakuasi rumah masih dilaksanakan,” ajasnya.
Longsor juga merusak akses Jalan Ciawi–Singaparna (Cising) setelah material longsor dengan tebing 40 meter menutupi jalur. “Tebing longsor sempat memblokir total akses, sehingga kendaraan tidak dapat masuk. Tim yang beroperasi langsung telah bersihkan material, dan jalur kini kembali terbuka,” menjelaskan Ahli Pemuda FK Tagana.
Banjir juga menyusul di Kecamatan Jamanis, di mana lima rumah terendam air hingga 50 centimeter. “Pemilik rumah telah bersihkan area, tetapi kekhawatiran akan banjir ulang masih ada,” ujar Ahli Pemuda FK Tagana.
Wakil Ketua FK Tagana, Ayatullah Romdoni, mengungkapkan bantuan darurat telah disalurkan kepada 103 keluarga terpukul. Bantuan berupa 2 rumah 3 KK di Calingcing, 51 KK di Dawagung (Rajapolah), dan 30 KK di Bojonggaok (Jamanis). “Bantuan ini bertujuan mengurangi beban warga, tetapi kami berharap komitmen pemerintah terus berkelanjutan,” ujarnya.
Data pelacakan HPCBM menunjukkan hujan deras di Tasikmalaya sudah mencapai 245 mm dalam dua hari terakhir, jauh melampaui batas kritis 200 mm. Ampuhan ini menegaskan risiko bencana yang masih berpotensi meningkat jika hujan terus turun.
Analisis Terhadap Dampak Sosial
Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi. Kelurahan yang tercut seperti Sukahening dan Jamanis menghadapi kestagihan ekonomi sehari-hari. Sebagai solusi jangka panjang, penyesuaian sistem pengendalian longsor dan peningkatan pendekatan evakuasi perlu diperiksa kembali.
Pemikiran Akhir
Bencana seperti ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat penting. Setiap langkah kecil dalam persiapan darurat bisa menjadi jembatan antara kehancuran dan ketahanan. Mari kita belajar dari kejadian ini untuk merumus komunitas yang lebih tenang dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.