Kim Jong Un Siapkan Putrinya Menjabat sebagai Penerus Pemimpin Korea Utara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah resmi menegaskan bahwa putrinya, Kim Ju Ae, akan menjadi calon penerus. Istilah ini diputuskan berdasarkan analisis dari Badan Intelijen (NIS), yang menilai Ju Ae sudah menjadi tuan rumah dalam berbagai aspek pemerintahan.

Pelaporan dari Lee Seong-kweun, anggota parlaments Korea Selatan, mengungkap NIS melihat Ju Ae secara lebih aktif dalam acara resmi kenegaraan. Kehadirannya yang semakin terlihat di event seperti pertemuan dengan pemimpin luar negeri atau pengajukan kebijakan menjadi indikator kuat. “Ju Ae mulai terlibat dalam pembahasan strategi pemerintah, termasuk isu keamanan dan proyek nuklir,” kata Lee.

Foto-foto yang recentedly terbitkan juga memperkuat asumsi ini. Ju Ae sering dilihat bersamanya dengan ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman pemimpin sebelumnya. Keahlian ini mengacu pada tradisi keluarga Kim yang memperkuat “garis keturunan Paektu,” konsep yang menjadi dasar kedaulatan politik di Korea Utara.

Kongres partai besar yang akan digelar pada akhir Februari kemungkinan besar membahas arah masa depan, termasuk strategi diplomasi dan pengembangan program militar. Keputusan ini tidak hanya menjadi peralihan kekuasaan, tetapi juga tanda peradaban politik Korea Utara dalam menyesuaikan dengan tantangan global.

Kekuatan pengarahan keluarga Kim, yang telah bertahan selama dekade, menegaskan bahwa Ju Ae di bawah dukungan langsung. Dia sudah mulai terlibat dalam pengambilan keputusan besar, seperti penegakan kebijakan nuklir atau penguatan hubungan dengan negara lain. Perubahan ini juga mengandung pesan strategis bagi masyarakat Korea Utara, yang diperlukan untuk memadukan lideran dengan ekspektasi publik.

Ketidakpastian akan tetap ada dalam proses ini. Namun, kehadiran Ju Ae di pelukan resmi sudah menjadi tanda bahwa sistem politik Korea Utara sedang berputar dengan dinamika baru. Cara kulit ini memranang dampak besar bagi stabilitas politik dan sikap masyarakat terhadap perubahan kepemimpinan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan