Unas Menghormati Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Universitas Nasional secara resmi mengangkat Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam sidang tertinggi akademik. Penghargaan ini mengakui kontribusi Fadli Zon dalam bidang budaya, pendidikan, dan kehidupan nasional melalui penelitian mendalam dan ketekunan intelektual yang terus berkelanjutan.

Penilaian dilakukan berdasarkan keahlian akademik, pengakuan nasional-internasional, serta integritas dalam menyajikan pemikiran. Rektor Unas, El Amry Bermawi Putera, menekankan bahwa penganugerahan ini bukan hanya simbol, tetapi juga pesan tentang peran budaya sebagai dasar pembangunan.

Fadli Zon dipilih karena pengakuan dalam menyelamatkan sejarah, menguatkan literasi budaya, dan mendukung diplomasi budaya di tingkat global. Kontribusi Fadli Zon diperkirakan melampaui batas sektor, memengaruhi aspek akademik, sosial, hingga perspektif global.

Dalam orasinya, Fadli Zon menekankan pentingnya identitas Indonesia yang berkelanjutan. Ia menyoroti temuan arkeologis yang menunjukkan peran Nusantara dalam evolusi peradaban. Menurutnya, identitas bangsa bukan sekadar konsep modern, tapi peradaban yang direndam di keberagaman etnis, bahasa, dan adat.

Keberagaman ini menjadi kekuatan strategis dalam politik budaya. Budaya diarakan bukan hanya sebagai kompas, tapi juga solusi untuk membangun keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan politik.

Fadli Zon memiliki rekam jejak intensif sejak masa mahasiswa. Ia pernah menjabat sebagai dosen di Universitas Indonesia dan Unas. Produktivitas karya akademiknya mencakup lebih dari 40 buku serta karya ilmiah internasional.

Unas juga mencatat kontribusi fisik melalui fondasi Fadli Zon Library, pengelolaan museum, serta penyelamatkan artefak kuno. Prestasi ini didukung oleh puluhan penghargaan nasional-internasional.

Tokoh-tokoh penting, seperti Ketua MPR Ahmad Muzadi dan Menteri Zulkifli Hasan, hadir serta mendukung pengukuhan. Fadli Zon menutup orasinya dengan pesan tentang budaya sebagai tuang persatuan bangsa.

Pengakuan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengevaluasi peran budaya dalam pembangunan. Kepekaan terhadap nilai-nilai kebudayaan dapat menjadi wawasan penting bagi generasi mendatang dalam mempertahankan identitas nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan