MSCI Mengirim 4 Surat ke Pemerintah Menuntaskan Transparansi Pasar Modal RI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

MSCI mengungkapkan kehadiran empat dokumen resmi yang dikirim ke pemerintah Indonesia terkait kualitas transparansi pasar modal. Konten dokumen ini mengarah pada permasalahan tentang kelayakan informasi kepemilikan saham, dengan tegas bahwa indikator pasar akan merugikan menjadi pasar frontier market. Hashim Djojohadikusumo menjelaskan perkara ini pada acara ASEAN Climate Forum di BEI, Jakarta, dengan menyoroti dampak mendadak seperti penurunan IHSG hingga 7,35% dan sementara penghentian perdagangan.

“Morgan Stanley, krisis pasar, atau pun masalah ini, tak perlu diragukan lagi,” ujarnya. “Beberapa pihak telah ditarik untuk meninggalkan jabatannya karena tidak mencukupi keterangan. Bukti nyata, saat ini tidak ada kelancaran dalam sistemnya,” kata Hashim seabad benar.

Penurunan IHSG terjadi pada Rabu (28/2/2026) ketika saham merugikan 7,35% hingga mencapai 8.320,55. Hal ini memicu trading halt di sesi II perdagangan. Meskipun kembali bergerak di penutupan perdagangan, IHSG tetap terkoreksi 1,06% ke 8.232,20.

MSCI menyiapkan revisi indeks untuk saham Indonesia pada Februari mendatang. Tiga langkah utama meliputi: penurunan FIF dan NOS, penambahan konstituen baru ke indeks investasi, serta penyesuaian segmen ukuran saham. Meskipun ini bertujuan untuk mengurangi turnover indeks dan risiko investasi, MSCI tetap meminta pemerintah memperbaiki transparansi. Jika tidak diatasi hingga Mei 2026, status pasar Indonesia mungkin berubah menjadi frontier market.

Langkah ini mencerminkan kebutuhan mendadak bagi pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan. Transparansi tidak cuma tentang data, tapi juga kepercayaan investor. Tanpa solusi cepat, risiko reklasifikasi pasar dan penurunan investasi domestik dan internasional masih tinggi.

Indonesia membutuhkan gerakan konkret untuk membangun sistem keterangan yang lebih rapi. Ini bukan hanya untuk memadukan MSCI, tapi juga untuk menjaga posisi pasar di perekaman global. Keputusan dalam waktu mendatang akan menentukan apakah pasar Indonesia tetap menjadi lokasi strategis bagi investor internasional.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan