MRCCC Siloam Mengoperasikan CT-LINAC Pertama di ASEAN, Keunggulannya Adalah Teknologi Radiasi Tinggi dan Efisiensi Diagnostik

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Upaya penguatan layanan kanker nasional telah memasuki tahap baru dengan pengadianan teknologi radioterapi presisi pertama di Asia Tenggara. MRCCC Siloam Semanggi memperkenalkan sistem integrated CT-linac, hasil kerja sama Indonesia dan Tiongkok bersama United Imaging Healthcare. Teknologi inovatif ini mencerminkan kemajuan pesat dalam pengobatan kanker berbasis presisi di Indonesia.

Sistem integrated CT-linac menggabungkan fungsi pencitraan CT diagnostik dan radioterapi tinggi ke dalam satu perangkat. Dengan pencitraan real-time, terapi dapat disesuaikan secara individual dengan kondisi pasien setiap kali dimulai, sehingga meningkatkan akurasi dan keselamatan pengobatan.

Penguatan layanan kanker menjadi prioritas strategis dalam transformasi kesehatan nasional. Pemerintah mendorong peningkatan kualitas penyediaan obat mulai dari pencegahan hingga pengobatan. Teknologi radioterapi presisi dinilai krusial untuk meningkatkan hasil terapi serta perbaikan kondisi pasien.

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, menekankan bahwa kolaborasi ini mendukung ambisi Siloam untuk memberikan layanan kanker berkualitas tinggi. “Melalui penanganan radioterapi canggih, kami berupaya meningkatkan presisi terapi, keselamatan pasien, serta memperluas akses layanan berkualitas di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujarnya.

Kolaborasi ini relevan di tengah peningkatan beban kanker di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan kanker payudara sebagai penyebab utama kematian dengan 66.271 kasus baru dan lebih dari 22 ribu kematian. Penyakit ini mempengaruhi 22.598 kematian dan 209.748 kasus dalam periode lima tahun.

President of International Business United Imaging Healthcare Group, Dr. Jusong Xia, menilai kerjasama ini sebagai contoh kolaborasi lintas negara yang memberikan dampak klinis nyata. “Inovasi harus langsung manfaat bagi pasien. Kerjasama Indonesia-Tiongkok menunjukkan bagaimana teknologi dan keunggulan klinis dapat memperluas akses layanan kanker berkualitas,” ujarnya.

Radioterapi presisi ini lebih cepat dan personal dibanding konvensional. Proses yang biasanya membutuhkan berbulan-bulan terkurangi menjadi satu sesi. Waktu persiapan hingga penyinaran hanya 15-25 menit tanpa perlu memindahkan posisi pasien. Teknologi CT-based Adaptive Radiotherapy (ART) memungkinkan perencanaan terapi disesuaikan dengan perubahan anatomi pasien setiap kali dilakukan.

Dr. Denny Handoyo Kirana, Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, menyelidiki fokus pada pasien sebagai pusat perawatan. “Setiap sesi terapi disesuaikan secara individu, sehingga hasilnya lebih aman, waktu tunggu lebih singkat, dan pengalaman perawatan lebih nyaman tanpa mengorbankan hasil klinis,” kata dokternya.

MRCCC Siloam Semanggi berkomitmen meningkatkan layanan kanker hingga tingkat Asia Tenggara melalui perawatan berbasis presisi, empati, dan inovasi. Penguatan ini dilandasi kerja sama dengan United Imaging yang mempertimbangkan implementasi Integrated CT-linac sebagai langkah strategis.

Teknologi integrated CT-linac mengintegrasikan pencitraan CT fan-beam dan radioterapi tinggi dalam satu ruang. Hal ini mempercepat proses perawatan dan meningkatkan keandalan hasil. Dukungan kecerdasan buatan (AI) mempercepat dan personalisasi setiap tahap, mulai dari diagnosis hingga pengobatan.

Kerja sama ini didukung Nota Kesepahaman (MoU) antara Siloam, United Imaging Healthcare, dan PT Multipolar Technology Tbk. Proyek ini akan fokus pada pengembangan solusi AI untuk aplikasi layanan kesehatan.

Acara peluncuran digelar dengan kehadiran pemangku kepentingan seperti Mochtar Riady, Caroline Riady, dan dr. Edy Gunawan. Semua pihak menyatakan komitmen untuk meningkatkan layanan kanker nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas negara.

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan presisi terapi, tetapi juga memperkuat posisi MRCCC Siloam Semanggi sebagai pusat rujukan kanker nasional dan regional. Penerapan ini menjadi landasan untuk meningkatkan akses layanan onkologi presisi di Asia Tenggara.

Teknologi integrated CT-linac membuka jalan untuk pengobatan kanker yang lebih personal dan efisien. Dengan inovasi ini, Indonesia menunjukkan kemampuan dalam memperkuat sistem kesehatan melalui kerja sama global dan pengembangan teknologi mutakhir.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan