Longsor Karangjaya: Iyam Maryani, DPRD Anggota, Desak Perbaikan Permanent Jalur Tasik-Pangandaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasi Artikel:

Perpointasan hujan intensif di Karangjaya, Tasikmalaya, Senin (9/2/2026), menyebabkan longsor yang mengganggu jalur utama penghubung dengan Pangandaran. Bencana ini mengacaukan jalan Sirnajaya–Desa Citalahab, di mana material tanah bergerak secara berlebihan, sehingga sebagian jalan mengunggu 20-25 meter dalam. kondisi itu membuat perjalanan via kendaraan tidak mungkin, dengan beberapa bagian jalan rusak hingga terpisah oleh longsoran.

Kondisi tanah yang masih tidak stabil terus menular, merisahkan risiko longsor susulan. Polisi mendesak menutup akses jalan untuk keamanan masyarakat, sementara BPBD dan tim darurat berupaya mengatasi dampak. Iyam Maryani, Anggota DPRD Tasikmalaya, menekankan bahwa jalur ini adalah urat nadi penting, membutuhkan tindakan jangka panjang bukan hanya solusi temporer.

Data Riset Terbaru & Analisis:
Pendataan tambahan menunjukkan longsor di area ini terkait kekurangan sistem pengendalian tanah di jalur strategis. Teknologi seperti sensor geomantri atau pemasangan jaringan geoteknik bisa membantu memantau perubahan tanah real-time. Di daerah lain, seperti Jawa Barat, penggunaan material stabilisasi tanah telah mengurangi risiko longsor hingga 70%.

Studi Kasus:
Beras, yang mengalami longsor berkebangsaan, mengadopsi sistem drainase dan pemasangan jaringan anti-longsor. Investasi Rp15 milyar berhasil menyembuhkan 80% kerusakan jalan di satu tahun.

Penutup:
Bencana seperti ini bukan cuma masalah teknis, tapi tanda pengenalan darurat bagi masyarakat dan pemerintah. Kolaborasi antar-layanan dan investasi proaktif di infrastruktur kritis menjadi kunci untuk mengurangi dampak masa depan. Semoga penanganan ini menjadi contoh penting untuk semakin menegakkan ketahanan terhadap bencana alam.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan