Lapangan Padel di Tasikmalaya Masih Operasi Tanpa Izin Lengkap
Banyak lapangan padel di Tasikmalaya masih beroperasi tanpa izin resmi, meski sebagian besar lokasinya tidak memiliki persetujuan resmi. Masih ada yang mempraktikkan “jalan sebelum dulu, izin setelahnya”, yang menimbulkan risiko hukum di masa depan. Ini terungkap saat Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya melakukan inspirasi mendadak pada 9 Februari 2026.
Dalam proses inspeksi, ditemukan lapangan padel yang sudah berdiri dan berjalan, meski izinnya belum terahkan. Hal ini terjadi karena lokasi-usaha berdiri di Lahan Sawah Dilindungi (LSD), yang memerlukan izin khusus dari Kementerian. Akibatnya, operasi lapangan diminta ditunda hingga prosedur izin selesai.
Tatang Supriatna, Kepala Bidang Tata Ruang DPUTR, menjelaskan bahwa masalah ini bisa dihindari jika pengusaha mematuhi prosedur sejak awal. Izin untuk mengoperasi lapangan hanya bisa diberikan setelah lahan diperoleh izin dari Kementerian untuk digunakan. Proses pelepasan LSD biasanya memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan, yang membuat beberapa pengusaha tidak sabar dan langsung membangun.
“Pemohon sering tidak sabar karena proses di pusat lama. Mereka langsung membangun meski izin belum terbit, lalu masalah muncul di belakang,” ujarnya Selasa (10/2/2026).
Untuk lapangan di LSD, proses penyusukan kerangka bangunan (PBG) hanya bisa dilakukan setelah izin dari Kementerian. Hanya pada lahan yang tidak terdaftar sebagai LSD, pengusaha bisa langsung memperoleh PBG tanpa kendala utama.
Risiko Penuh untuk Pengusaha
Operasi padel tanpa izin bisa meninggalkan usaha secara total. Selain masalah hukum, pengusaha juga harus menghadapi penanganan pemerintah yang memakan waktu. Contohnya, lapangan padel di lokasi LSD harus ditunda hingga dana dan proses izin selesai, yang bisa mengganggu kebutuhan masyarakat.
Penambahan studi kasus: di beberapa kota besar, seperti Bandung, banyak usaha pendekat padel juga menghadapi masalah izin. Salah satu lapangan padel di Cikapundung, Bandung, diminta dimudahkan karena lokasinya di kawasan lindungi, meski pengusaha telah beroperasi selama satu tahun.
Akhirnya, Persiapan yang Matang Itu Kunci
Pembangunan lapangan padel di Tasikmalaya masih mengejar proses yang panjang. Untuk menghindari konflik, pengusaha dipaksa mematuhi prosedur secara tuntas. Meski memakan waktu lebih lama, ini lebih aman dan efektif. Seperti yang dikatakan Tatang Supriatna, kejujuran mengikuti aturan dari awal adalah solusi optimal.
Bagi masyarakat, memahami prosedur izin juga penting. Jangan langsung membangun atau memulai usaha tanpa dokumen resmi. Ini bisa menghindari kesalahan besar di masa depan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.