BPJS Usul Sebelumnya Ada Dana Abadi, Contoh LPDP

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Ketua Dewan Pengawas BPJS Abdul Kadir menegaskan kebutuhan untuk mengembangkan dana abadi sebagai solusi untuk menjaga keberlanjutan BPJS Kesehatan. Ia mengajukan ide ini dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/2/2026), menjelaskan kehadiran dana abadi seperti yang diwujudkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan skala ratusan triliun rupiah.

Contohnya, LPDP menumpang dana abadi hingga jumlah signifikan yang digunakan untuk pembiayaan pendidikan. Abdul Kadir mengamati potensi aplikasi yang sama untuk BPJS Kesehatan, sehingga biaya operasional tidak hanya bergantung pada iuran atau premi yang terkeluarga. “Dengan dana abadi, kita bisa memastikan keuangan tetap stabil meski kondisi ekonomi berubah,” kata dia.

Usulan ini diundang untuk dipertimbangkan oleh pihak terkait. Abdul Kadir berharap pemerintah dan lembaga terkait bisa menjelajahi konsep inovatif ini untuk mendukung keuangan layanan kesehatan di masa depan. Dia berpendapat, pendekatan ini bukan hanya praktis tapi juga berpotensi mengurangi beban subsidi dari negara.

Mengembangkan dana abadi dalam BPJS Kesehatan bisa menjadi langkah strategis untuk mengatasi krisis keuangan yang mungkin terjadi. Hal ini memungkinkan layanan kesehatan tetap berjalan lancar tanpa ketergantungan pada dana bulanan. Pemikiran seperti ini perlu diperhatikan dengan cepat, terutama di era di mana kebutuhan kesehatan terus meningkat.

Dana abadi bukan cuma solusi finansial, tapi juga simbol ketekunan dalam menjaga akses kesehatan bagi semua warga. Jika diterapkan dengan bijak, konsep ini bisa menjadiLandasan untuk memastikan bahwa semua masyarakat bisa mendapatkan layanan medis sesuai kebutuhannya tanpa rasa khawatir akan kenaikan biaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan