BPJS Tidak Terdaftar, RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Menerapkan Program Pencegahan Stunting

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

RSUD Dewi Sartika di Tasikmalaya, yang beroperasi selama dua tahun, belum dapat menjelaskan kehadiran pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena belum terhubung dengan BPJS. Meski fasilitas rumah sakit siap, termasuk tenaga kerja yang lengkap, izin kerja sama dengan instansi kesehatan nasional masih terhambat. Alat medis penting seperti mesin ventilator, yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan BPJS, belum diaplikasikan. Alat ini dengan nilai Rp450 juta, meski pernah diprediksi dalam anggaran APBD 2025, tidak diberikan realisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, menegaskan bahwa sejak dilantiknya pada 31 Oktober 2025, tidak ada rencana keuangan untuk beli ventilator. Ia mengklaim proses kerja sama dengan BPJS menunjukkan pergeseran positif, seperti kalibrasi alat dan dokumen yang lebih lengkap. BPJS juga melaporkan kemajuan terkini saat mengunjungi RSUD.

Namun, RTD Dewi Sartika masih fokus pada layanan kesehatan umum, seperti konsultasi dan treatment dasar. Keterbatasan koneksi BPJS memang menjadi tantangan, terutama untuk pasien yang berharga. Asep menekankan bahwa pelayanan administratif dan kalibrasi alat sudah selesai, tetapi persediaan alat medis memang tergantung pada anggaran pemerintah.

Kasus ini menunjukkan kebutuhan untuk pengelolaan anggaran yang transparan dan cepat dalam pengadaan peralatan kesehatan. Proses kerja sama dengan BPJS memerlukan kolaborasi yang lebih damai untuk memastikan layanan pasien dapat berjalan tanpa keterbatasan.

Kesalahan anggaran dalam pengadaan ventilator menjadi solusi yang perlu diperbaiki. Dengan komitmen untuk memenuhi persyaratan, RSUD Dewi Sartika harus terus menekankan komunikasi yang jelas dengan BPJS. Ini akan membantu pasien JKN mengakses jasa medis dengan lancar, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan publik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan